Example floating
Advetorial

Pansus DPR Kota Jayapura Turun ke Empat Sekolah, Pastikan Hak Pendidikan OAP Terpenuhi dan Serap Aspirasi Sekolah

32
×

Pansus DPR Kota Jayapura Turun ke Empat Sekolah, Pastikan Hak Pendidikan OAP Terpenuhi dan Serap Aspirasi Sekolah

Sebarkan artikel ini
Panitia Khusus (Pansus) Otonomi Khusus (Otsus) DPR Kota Jayapura berfoto bersama Sekretaris DPRD Kota Jayapura Widi Hartanti, kepala SD Negeri 1 Hamadi, dan kepala SD Negeri 2 Hamadi usai melakukan kunjungan kerja, Senin (27/7).

Paraparatv.id | Jayapura | Panitia Khusus (Pansus) Otonomi Khusus (Otsus) DPR Kota Jayapura melakukan kunjungan kerja ke SD Negeri 1 Hamadi, SD Negeri 2 Hamadi, SMP Negeri 3 Jayapura, dan SMA Negeri 4 Jayapura untuk mengawasi pelaksanaan program pendidikan yang didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus). Senin (27/7).

Kunjungan tersebut difokuskan pada pengawasan penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), bantuan seragam batik, serta seragam olahraga yang diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura kepada siswa Orang Asli Papua (OAP).

Ketua Pansus Otsus DPR Kota Jayapura, Christa Vanessa Urbinas, S.IP., M.Si, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan penggunaan Dana Otsus di sektor pendidikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada anak-anak asli Papua.

Menurutnya, pendidikan menjadi prioritas dalam pengawasan karena merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi penerus bangsa.
Dalam kunjungan tersebut, Pansus tidak hanya memeriksa dokumen dan data penerima bantuan dari pihak sekolah, tetapi juga turun langsung ke ruang kelas untuk berdialog dengan para siswa.

Dari hasil pemeriksaan, Pansus menilai pelaksanaan program berjalan dengan baik dan sesuai dengan data yang diperoleh.

“Sejauh ini hasilnya baik. Semua berjalan sesuai data yang kami dapat dan juga hasil riil di lapangan,” ujar Christa.

Christa berharap seluruh proses pengelolaan Dana Otsus, mulai dari pemerintah daerah hingga sekolah, dilakukan secara transparan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak asli Papua.

Ia juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan bantuan pemerintah dengan baik sebagai bekal pendidikan.

“Jangan sampai dengan dana Otsus yang begitu besar masih ada anak-anak Papua yang tidak sekolah maupun putus sekolah, untuk pihak Pemerintah Kota Jayapura kami juga berharap untuk lebih memperhatikan sekolah-sekolah unggulan yang punya banyak prestasi, baik secara nasional maupun internasional. Contohnya seperti di SMA 4, sudah melahirkan banyak prestasi sehingga itu perlu perhatian khusus dari pemerintah,”pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPR Kota Jayapura, Ferdinand Hanuebi, memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang dinilai telah melaksanakan program Dana Otsus dengan baik.

“Dana Otsus diperuntukkan bagi Orang Asli Papua. Kami memberikan apresiasi karena pelayanan diberikan kepada semua OAP. Pelayanan seperti ini harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ferdinand berharap keberadaan Dana Otsus mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong semangat belajar anak-anak Papua.

“Untuk semua kerja yang dilakukan sejauh ini kami lihat sudah baik. Kami berharap kepala sekolah tetap semangat bekerja dan menjalankan
tugas sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya

Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari tugas Pansus Otsus untuk memperkuat pengawasan Dana Otsus di sektor pendidikan.

“Kami melakukan pengawasan lebih detail melalui Pansus. Secara umum penggunaan Dana Otsus untuk Bosda sudah baik, namun masih ada data di beberapa SD yang belum lengkap. Kami butuh data akurat terkait dana yang diterima dan jumlah siswa OAP agar sesuai juknis,” ujarnya.

Ia berharap hasil pengawasan menjadi evaluasi bagi sekolah untuk memperbaiki pendataan siswa. Masih ditemukan siswa OAP yang belum menerima Bosda maupun seragam batik.

“Di SMA Negeri 4 masih ada siswa OAP yang belum menerima bantuan. Ini jadi evaluasi agar sekolah memperbaiki data dan melaporkannya ke dinas untuk penyesuaian alokasi dana,” tambahnya

Kepala SD Negeri 1 Hamadi, Magdalena Yondap, mengapresiasi kunjungan Pansus Otsus DPR Kota Jayapura. Ia menjelaskan penyaluran bantuan seragam dari Dana Otsus tahun lalu berjalan baik, sementara dua siswa OAP yang belum terdata telah diusulkan untuk menerima bantuan tahun ini. Ia juga memastikan pelaporan Dana Otsus dilakukan sesuai aturan tanpa kendala.

Kepala SMP Negeri 2 Hamadi, Rumini, berharap kunjungan Pansus Otsus dapat mendorong perhatian pemerintah terhadap kondisi gedung sekolah yang membutuhkan perbaikan. Meski telah diusulkan dalam program revitalisasi, pihak sekolah masih menunggu realisasinya agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman.

Kepala SMP Negeri 3 Jayapura, Yenny Kurnia Sugiarti, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Pansus Otsus. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi anggota dewan untuk melihat langsung pelaksanaan Dana Bosda Otsus sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kota Jayapura.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusunmayanti mengapresiasi kunjungan Pansus Otsus DPR Kota Jayapura sebagai bentuk pengawasan terhadap penggunaan Dana Otsus.

Ia berharap kolaborasi dan pengawasan terus berlanjut agar pengelolaan Dana Bosda semakin tertata, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pihak sekolah juga meminta dukungan pemerintah dan DPR Kota Jayapura untuk membantu pembiayaan siswa berprestasi mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 4, Jefri H. Robana menyampaikan bahwa Dana Bosda sangat membantu siswa Orang Asli Papua (OAP), yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah dari masing masing siswa, seperti pembelian alat tulis dan perlengkapan pendidikan lainnya, hingga membantu pembayaran uang komite sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku. (VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *