Example floating
BERITAEkonomiPeristiwa

Pemkot Jayapura Minta Pertamina Evaluasi Jadwal Pengisian BBM untuk Atasi Antrean SPBU

26
×

Pemkot Jayapura Minta Pertamina Evaluasi Jadwal Pengisian BBM untuk Atasi Antrean SPBU

Sebarkan artikel ini
Dr. Rsutan Saru

Paraparatv.id | Jayapura | Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., mengatakan fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Jayapura terjadi akibat meningkatnya harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM), nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green. Adapun harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak mengalami kenaikan sehingga menyebabkan masyarakat beralih menggunakan BBM subsidi.

“Sehingga apa yang terjadi, antrean di SPBU panjang karena mereka semua mengisi BBM subsidi,” ujar Rustan di Jayapura, Kamis (11/6).

Rustan juga mengungkapkan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan situasi tersebut. Menurutnya, pemerintah telah menemukan sejumlah bukti adanya kendaraan yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM subsidi.

“Sementara ada oknum-oknum di kota ini yang memanfaatkan situasi itu. Telah kita temukan buktinya, ada mobil Starwagon menggunakan plat tujuh, ada truk menggunakan plat tiga, ada juga Starwagon yang menambah tangki di bawah tempat duduk yang dilas,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Jayapura bersama Pertamina telah mulai melakukan langkah-langkah penanganan sejak beberapa minggu lalu dengan melibatkan pihak Pertamina untuk mengecek penyebab terjadinya antrean BBM subsidi tersebut.

“Sekarang lagi dipelajari, baik dengan SPBU begitu juga dengan kita pemerintah kota yang ada aturan mengenai jam berapa truk boleh masuk dan jam berapa angkutan umum bisa masuk. Ada jadwalnya di Perhubungan. Yang saya ingat, kalau Biosolar itu untuk truk sore sampai malam, sedangkan angkutan umum seperti Starwagon bisa dari jam 12 siang sampai sore,” jelasnya.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan antrean kendaraan sudah terjadi lebih awal. Karena itu, Pemerintah Kota Jayapura bersama Pertamina tengah mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Nanti kita lihat dengan Pertamina. Manager area Pertamina akan berkomunikasi dalam waktu dekat ini untuk menentukan solusi terbaik, apakah menambah jam kerja, ataukah kita pakai sistem genap ganjil untuk pengisian BBM, atau mungkin waktunya kita buka sampai 24 jam khusus solar supaya ini mengurangi antrean,” ungkap Rustan.

Menurutnya, antrean panjang BBM subsidi merupakan fenomena yang tidak sehat karena selain menyebabkan kemacetan, juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura.

“Karena antrian panjang ini menjadi fenomena tidak sehat, terjadi kemacetan juga menghambat pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura dan bahkan dapat mempengaruhi hal-hal lain,” pungkasnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *