Paraparatv.id |Sentani| – Anggota Komisi D DPRK Jayapura, Wehelmina Done, menegaskan bahwa dana Otonomi Khusus (Otsus) di Kabupaten Jayapura harus diprioritaskan sepenuhnya bagi orang asli Kabupaten Jayapura (OAP). Pernyataan tegas ini ia sampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Ketua III DPRK Jayapura ke Distrik Nimbokrang, Jumat (5/9/2025).
Menurut Wehelmina, praktik penyaluran dana Otsus selama ini masih menuai persoalan karena tidak jarang penerima manfaatnya bukan berasal dari orang asli Kabupaten Jayapura. Ia menilai, hal ini mengurangi esensi dari kebijakan Otsus yang sejatinya hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya masyarakat adat di daerah asal.
“Harus prioritaskan dulu masyarakat asli Kabupaten Jayapura, baru yang lain bisa dibagi berapa persennya. Karena OAP dari wilayah lain juga, berdasarkan laporan yang kami terima, ikut mendapatkan dana yang sama,” tegasnya.
Wehelmina mengingatkan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih cermat dalam merancang program dengan menggunakan dana Otsus. Ia menekankan pentingnya mekanisme yang memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Kami menyoroti program yang akan dijalankan OPD supaya dana Otsus bagi masyarakat asli Kabupaten Jayapura ini bisa tepat sasaran. Jangan sampai ada ketidakadilan dalam pembagian karena itu bisa menimbulkan persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya.
Kritik Keadilan Distribusi Dana
Dana Otsus merupakan instrumen besar dari pemerintah pusat untuk mengurangi ketimpangan pembangunan di Papua. Namun, jika distribusinya tidak memperhatikan prinsip keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat adat, maka tujuan utama dari kebijakan ini akan kabur.
Wehelmina menilai, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan dana tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan dasar orang asli Kabupaten Jayapura. “Kalau tidak ada pengawasan ketat, dana yang besar ini bisa salah sasaran dan justru memperlebar kesenjangan,” tambahnya.
Harapan untuk Perubahan
Ia berharap evaluasi menyeluruh terhadap pola penyaluran dana Otsus segera dilakukan, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. “Dana Otsus ini harus menjadi jawaban bagi masalah kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat adat. Jangan sampai malah dirasakan lebih banyak oleh pihak yang bukan prioritas,” pungkas Wehelmina. (Arie)
















