Paraparatv.id | Jayapura | Penjabat Wali Kota Jayapura pimpin apel tim pengendali inflasi kota Jayapura, berlangsung di mainhall kantor Walikota Jayapura, Selasa, 31 Januari 2023.
PJ Wali Kota Jayapura, Dr Frans Pekey, M.Si
Kota Jayapura mengatakan apel dilakukan untuk memantau harga di pasar dalam rangka pengendalian inflasi daerah di kota Jayapura
“kita ketahui bersama bahwa dalam beberapa tahun terakhir satu dua tahun terakhir terjadi gejolak harga di pasar Indonesia bahkan dunia karena faktor-faktor eksternal dan juga daripada covid 19 dan belum pulih secara normal kondisi perekonomian nasional dan juga khususnya di kota Jayapura”kata Wali Kota dalam arahnnya.
PJ Wali Kota Jayapura menambahkan saat ini kota Jayapura angka inflasinya masih tinggi sehingga harus dilakukan langka langkah untuk menekan angka tersebut.
“inflasi kita hari ini pada Desember 5,81 masih tinggi di atas rata-rata nasional nasional 5,51 nah karena itu menjadi tantangan bagi kita semua oleh karena beberapa komoditi tentu harganya fluktuatif naik turun kemudian kecenderungan naik,” ungkap PJ Wali Kota.
“Tentu langkah-langkah harus kita ambil ke depan apalagi dalam menjelang bulan Ramadan dan juga lebaran atau idul Fitri tentu akan berpengaruh gejala harga mungkin kenaikan harga karena itu, kita sebagai pemerintah dan juga didukung oleh tim pengendali inflasi daerah tidak diam tapi terus tentu harus mengambil langkah-langkah agar inflasi tidak semakin terus naik justru kita harus tekan supaya dia semakin turun”tambah PJ Wali Kota.
Pekey menambahkan penekanan harga barang di pasar tidak terlalu rendah sehingga mengantisipasi terjadi kenaikan yang tinggi.
“turun juga hati-hati karena kalau turun terlalu jauh juga berbahaya ketika naik naiknya cepat, nah ini kalau titik aman atau titik normal itu lebih baik untuk naik turunnya” ucap Pekey.
Operasi sidak dilakukan pengecekan harga selain itu juga dilakukan pengecekan kualitas barang-barang yang ada di pasar di sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah Jayapura selatan, Jayapura Utara, Abepura dan Heram.
“Misalnya ada yang kadaluarsa atau ada yang sudah tidak layak konsumsi dan seterusnya itu bisa dipantau bisa dilihat baik di pasar pasar modern dan juga pasar-pasar tradisional”tegas Pekey.(redaksi)

















