Example floating
BERITAEkonomiKolomPendidikanPeristiwa

Dukung Rehabilitasi Abrasi di Pantai Sburya, PLN Tanam 2.000 Bibit Mangrove

438
×

Dukung Rehabilitasi Abrasi di Pantai Sburya, PLN Tanam 2.000 Bibit Mangrove

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Biak | Guna mendukung kelestarian lingkungan pesisir, PLN bersama Rumah Komunitas Byak melakukan rehabilitasi hutan mangrove di Pantai Sburya, Kampung Swapodibo, Distrik Biak Kota. Dengan melibatkan pemerintah kampung serta masyarakat sekitar, sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di wilayah seluas 2 hektar.

Didampingi oleh pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Biak Numfor, perkembangan mangrove nantinya akan dimonitor secara berkala hingga dapat tumbuh kokoh dan bertahan saat menghadapi badai. Bantuan senilai Rp50 juta merupakan salah satu bentuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang bertujuan untuk mengembalikan ekosistem pantai yang seimbang.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pembangunan Ekoregion (P3E) Papua, Edward Sembiring, mengungkapkan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan rehabilitasi mangrove ini. Beliau berharap pesan untuk selalu menjaga lingkungan dapat tersampaikan ke publik, sehingga semakin banyak pihak yang termotivasi untuk melakukannya. ”Yang pasti kami sangat mendukung hal ini untuk terus dapat dilakukan. Kami juga berharap adanya peran serta masyarakat untuk dapat bersama-sama melestarikan lingkungannya,” ujar Edward.

Pantai Sburya dipilih sebagai lokasi rehabilitasi karena letaknya bersebelahan dengan landasan pacu bandara Frans Kaisiepo Biak yang kondisinya telah mengalami abrasi hingga jarak 10 sampai 15 meter. Melihat hal tersebut penanaman pohon bakau dilakukan supaya dapat menahan arus air laut dan mencegah abrasi semakin luas.

Salah satu masyarakat Kampung Swapodibo, Melkyanus Simbiak, menyampaikan rasa terima kasih atas kegiatan rehabilitasi pesisir pantai yang dilakukan oleh PLN dan Rumah Komunitas Byak. Dia menyampaikan hal ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam mengatasi kerusakan di wilayah kampungnya. ”Harapan kami kedepan agar pantai kami ini dapat kembali seperti semula karena saat ini kondisinya sudah terlalu rusak. Bibit mangrove yang nantinya tumbuh juga kami harapkan dapat menjadi rumah ikan, sehingga jika hal itu terjadi masyarakat kami dapat mencari ikan cukup dipinggiran pantai saja tidak perlu harus jauh-jauh ke tengah laut,” ungkapnya.

Sementara itu Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Biak, Yakomina M.W. Senandi menjelaskan bahwa hal ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan upaya PLN  dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan sinergi berbagai pihak, pada akhirnya kegiatan penanaman dapat dilaksanakan.

“Kami berharap kedepannya upaya konservasi yang dilakukan bersama ini dapat berkelanjutan. Ekosistem lingkungan dapat menjadi seimbang dan hewan-hewan laut juga kembali mempunyai habitat di pantai. Dengan begitu dapat mempermudah masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai nelayan untuk menangkap ikan. Tidak menutup kemungkinan juga dimasa yang akan datang Pantai Sburya dan sekitarnya dapat menjadi objek wisata,” ungkap Yakomina.(*/Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advetorial

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manokwari Kota, Sirante Banne Ringgi (kiri), memimpin apel tim Pelayanan Teknik yang mayoritas laki-laki sebelum bertugas. Sirante mewujudkan kepemimpinan perempuan yang kuat melalui komunikasi yang mengayomi, menekankan keselamatan, dan mengedepankan empati dalam melayani pelanggan di pusat dinamika Provinsi Papua Barat.(*)

Advetorial

(Kiri ke Kanan) General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur, EVP Operasi Distribusi Ignatius Rendroyoko, bersama Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui dan Cheroline Chrisye Makalew berfoto bersama usai pertemuan sinergi di Manokwari. Kolaborasi kuat ini diharapkan mampu mempercepat target “Papua Terang” dan kemandirian energi di tanah Papua.(*)