Example floating
BERITAPeristiwa

Tinjau Lokasi Banjir, Wawali Rustan Saru: Penanganan Terpadu dan Kesadaran Warga Kunci Atasi Banjir

8
×

Tinjau Lokasi Banjir, Wawali Rustan Saru: Penanganan Terpadu dan Kesadaran Warga Kunci Atasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Wakil ali kota, dr Rustan Saru saat meninjau Pasar Yotefa yang terendam Banjir

Paraparatv.id | Jayapura | Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meninjau sejumlah titik terdampak banjir akibat hujan lebat yang melanda Kota Jayapura. Banjir dilaporkan terjadi di Pasar Youtefa, Perumahan Organda, Entrop, Kotaraja, dan kawasan lainnya, mengganggu aktivitas warga serta kelancaran arus lalu lintas.

Pemerintah Kota Jayapura telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi teknis, antara lain Balai Kementerian PU, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai, Dinas PU Provinsi Papua, dan instansi kebencanaan, untuk penanganan secara terpadu.

“Koordinasi telah kami lakukan agar penanganan banjir dapat berjalan terarah. Kita perlu bergerak bersama, baik untuk penanganan darurat maupun langkah pencegahan,” ujar Rustan Saru.

Sejumlah langkah penanganan telah dilaksanakan, antara lain:

  • Penanganan longsor di kawasan Puskopat Atas dan sekitar Pasar Youtefa
    ​
  • Pengerukan saluran air dan kali yang tersumbat
    ​
  • Pembersihan saluran di Abepura, Jalan Nuri, Kotaraja, serta kawasan PTC Entrop akibat endapan tanah yang menutupi jalan

Langkah ini diambil untuk mengurangi dampak sekaligus mencegah genangan kembali terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi turun.

Menurut Rustan, banjir bukan semata-mata akibat cuaca ekstrem, melainkan juga faktor lingkungan — terutama saluran drainase dan aliran kali yang tersumbat sampah.

“Kota Jayapura berpenduduk sekitar 405 ribu jiwa. Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampah yang kita buang sembarangan justru menjadi sumber banjir yang merugikan kita sendiri,” tegasnya.

Penanganan pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan warga. Ia mengajak masyarakat membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuangnya ke saluran air maupun sungai.

Waspadai Risiko Longsor
Pemerintah juga mengingatkan warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan tebing untuk mewaspadai potensi longsor saat hujan lebat. Pembangunan rumah di lereng dan tebing tanpa memperhatikan stabilitas tanah sangat berisiko.

“Saya mengimbau masyarakat agar tidak membangun rumah sembarangan di kawasan rawan longsor. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pembangunan harus memperhatikan kondisi lingkungan dan aturan yang berlaku,” imbaunya.

Pemerintah Kota Jayapura akan terus memperkuat koordinasi lintas instansi serta penanganan di lokasi terdampak. Dengan dukungan semua pihak, penanganan banjir dan longsor diharapkan lebih efektif dan berdampak nyata bagi keselamatan warga (Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *