Paraparatv.id | Jayapura | Harga cabai besar dan keriting menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura setelah hasil sidak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menemukan kenaikan dari Rp61.000 menjadi Rp80.000 per kilogram di Pasar Hamadi.
Kenaikan Rp19.000 per kilogram itu terjadi dalam rentang satu bulan berdasarkan perbandingan harga yang disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru saat menjelaskan hasil sidak TPID di empat titik, yakni distributor CV Tiga Mas Entrop, Bulog, Pasar Hamadi, dan Hypermart Mall Jayapura.
“Hasil sidak kita, dari sisi harga pada umumnya tidak terlalu tinggi naik di pasar, malah ada yang turun. Tapi yang mahal adalah cabai saja, cabai besar, keriting, rawit, agak naik meningkat sekitar 20 persen sampai 25 persen naiknya,” kata Wakil Wali Kota Rustan kepada awak media di Jayapura, Rabu (23/9).
Harga cabai di tingkat ritel juga menunjukkan perbedaan antar-lokasi. Di Hypermart, cabai besar disebut mencapai Rp117.000 per kilogram dan cabai keriting Rp104.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit di Pasar Hamadi justru turun dari Rp93.000 menjadi Rp85.000 per kilogram. Di Hypermart, harga cabai rawit masih berada di angka Rp111.000 per kilogram.
Kenaikan cabai besar dan keriting mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan intervensi pasar. Rustan meminta Bappeda, Perindagkop, dan Dinas Pertanian melihat penyebab kenaikan sekaligus menyiapkan langkah yang memungkinkan.
“Kita harap ini mungkin Bappeda, Perindagkop, sama Pertanian coba adakan intervensi pasar, semacam pasar murah atau apa, coba kita cek kenapa bisa tinggi naik cabai ini. Lainnya normal,” ujarnya.
Berbeda dengan cabai, harga bawang merah di Pasar Hamadi turun dari Rp53.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Bawang putih juga turun dari Rp53.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Untuk beras medium, harga di distributor atau Bulog berada pada Rp11.600 per kilogram, sedangkan HET dan harga pasar disebut Rp13.500 per kilogram. Beras premium dari distributor berada di Rp15.400 dan rata-rata Rp15.800 di pasar.
Dari sisi pasokan, Rustan menyebut stok beras dan minyak goreng aman hingga tiga bulan. Telur, bawang, dan cabai disebut mencukupi sekitar tiga minggu dengan pasokan yang terus berdatangan dari sumber lokal maupun luar daerah. (Redaksi)














