Parparatv.id | Jayapura | Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., secara langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Hamadi Pantai, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (14/7). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap warga yang terdampak musibah berjalan optimal.
Kebakaran terjadi pada Minggu, 12 Juli 2026, yang menghanguskan lima unit rumah. Sebagian besar bangunan di lokasi berbahan kayu, sehingga api dengan cepat menjalar ke hunian sekitarnya. Akibat peristiwa ini, sebanyak 30 jiwa dari tujuh kepala keluarga terdampak dan sepenuhnya kehilangan tempat tinggal.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi jajaran Pemerintah Kota Jayapura, termasuk Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain memantau kondisi langsung para korban, pemerintah juga menyerahkan bantuan kebutuhan dasar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berduka.
“Kehadiran kami merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami musibah. Hari ini saya datang melihat langsung lokasi kebakaran di Hamadi, kami turut merasakan duka yang dialami keluarga korban. Pemerintah Kota Jayapura hadir untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi,” ujar Dr. Abisai Rollo.
Pemerintah berjanji akan membantu pemenuhan kebutuhan anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah, termasuk pengadaan seragam, agar mereka tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar tanpa hambatan. Bagi warga yang kehilangan dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen administrasi lainnya, diminta segera melaporkan agar pemerintah dapat memfasilitasi pengurusannya melalui instansi terkait.
Pemerintah Kota Jayapura telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari. Selama periode ini, telah disiapkan tenda pengungsian, makanan, minuman, serta kebutuhan dasar lainnya bagi seluruh korban.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kebakaran serupa.
“Selama masa tanggap darurat, Dinas Sosial akan menyediakan layanan pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus memberikan pendampingan psikososial atau trauma healing, khususnya kepada anak-anak dan keluarga terdampak agar dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Selama tujuh hari kami akan menyiapkan kebutuhan konsumsi dan pendampingan psikologis agar mereka pulih dari trauma musibah ini,” jelasnya.
Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dengan memberikan bantuan kepada para korban. Perlu diketahui, 30 jiwa terdampak termasuk dua bayi masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan penanganan pascakebakaran akan terus dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas dinas dan instansi, sehingga kebutuhan para korban dapat terpenuhi dan proses pemulihan berjalan dengan baik.(Redaksi)














