Example floating
Pendidikan

SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Hadirkan Pendidikan Berkarakter bagi Generasi Papua

10
×

SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Hadirkan Pendidikan Berkarakter bagi Generasi Papua

Sebarkan artikel ini
Ketua Yayasan Gema Valentin Papua, Nerlince Wamuar Rollo


‎Paraparatv.id | Jayapura | Ketua Yayasan Gema Valentin Papua, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan SMA Unggulan Taruna Cenderawasih yang berada di bawah naungan Yayasan Gema Valentine Papua. Yayasan tersebut akan memasuki usia ke-18 tahun pada 14 Juli mendatang.

‎”Puji Tuhan, kami bisa mendirikan satu sekolah setingkat SMA yang kami beri nama SMA Unggulan Taruna Cenderawasih. Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Gema Valentine Papua yang pada 14 Juli nanti akan berusia 18 tahun,” ujar Nerlince di Jayapura, Senin (15/6).

‎Ia menjelaskan, SMA Unggulan Taruna Cenderawasih mulai beroperasi sejak tahun lalu melalui kerja sama MoU dengan Kodam XVII Cenderawasih dan Pemerintah Kota Jayapura.

‎Diungkapkan, pada tahun ajaran pertama, sekolah tersebut menerima tiga rombongan belajar (rombel) dengan total 90 siswa.

‎”Tahun lalu kami mendapat tiga rombel atau 90 siswa karena didukung Pemerintah Kota Jayapura melalui dana Otonomi Khusus. Perjanjian kerja samanya berlaku selama tiga tahun sehingga siswa yang sudah diterima tetap mendapatkan dukungan hingga lulus pada tahun ajaran 2027/2028,” katanya.

‎Untuk tahun ajaran 2026/2027, jumlah peserta didik baru yang diterima sebanyak 60 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar. Satu rombel berisi 28 siswa yang merupakan utusan dari 14 kampung di Kota Jayapura, sementara satu rombel lainnya mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Jayapura.

‎Menurut Nerlince, biaya pendidikan di sekolah berpola asrama tersebut relatif tinggi sehingga tidak semua orang tua mampu menyekolahkan anaknya di sana.

‎”Kita tahu bersama bahwa sekolah taruna itu mahal. Sekolah ini berpola asrama, anak-anak tinggal di asrama, makan ditanggung, dan memiliki kurikulum khusus berupa kesemaptaan dan bela negara. Pengasuh mereka juga berasal dari TNI karena Kodam terlibat dalam pembinaan,” jelasnya.

‎Ia mengungkapkan, biaya pendidikan untuk satu siswa hingga lulus selama tiga tahun mencapai sekitar Rp213 juta. Karena itu, dukungan pemerintah melalui dana Otsus sangat membantu membuka akses pendidikan bagi anak-anak Papua.

‎”Untuk satu anak selama tiga tahun sampai selesai membutuhkan dana sekitar Rp213 juta. Karena itu Pemerintah Kota Jayapura membantu satu kelas khusus melalui dana Otsus,” katanya.

‎Sebagai bagian dari pembentukan karakter, para siswa baru akan mengikuti masa basis di Rindam selama dua bulan. Durasi tersebut diperpanjang dari sebelumnya hanya satu bulan karena dinilai belum maksimal dalam membentuk kedisiplinan siswa.

‎”Tahun ini masa basis dilaksanakan selama dua bulan, mulai Juli hingga Agustus. Setelah itu bulan September mereka kembali ke sekolah. Kami melihat pembentukan karakter dan disiplin perlu diperkuat,” ujarnya.

‎Nerlince mengatakan sekolah tersebut tetap membuka kesempatan bagi peserta didik non-Orang Asli Papua (OAP), meski kuota penerimaan diprioritaskan bagi OAP.

‎”Kuota OAP hampir 100 persen. Anak non-Papua mungkin hanya sekitar tiga orang. Ada juga yang sebenarnya sangat ingin bersekolah di sini, tetapi terkendala biaya. Ke depan kami akan melihat kemungkinan pemberian subsidi berdasarkan kemampuan dan prestasi anak, misalnya unggul di bidang Matematika atau IPA,” tuturnya.

‎Proses seleksi siswa juga dilakukan secara ketat, meliputi tes akademik, tes kesemaptaan, dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

‎”Peserta tes lebih dari 100 orang. Ada yang tidak lolos karena kondisi fisik yang lemah saat tes kesemaptaan. Ada juga yang gugur saat pemeriksaan kesehatan, mulai dari tes darah, jantung hingga paru-paru,” katanya.

‎Sementara itu, pembangunan fasilitas sekolah baru terus dikebut dan telah mencapai sekitar 90 persen. Fasilitas yang dibangun meliputi delapan asrama, dua dapur, dan dua aula.

‎”Puji Tuhan, progres pembangunan sudah 90 persen. Kami membangun delapan asrama, dua dapur, dan dua aula. Harapan kami, pada 14 Juli nanti seluruh fasilitas bisa diresmikan,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, maka seluruh kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru akan dipindahkan ke lokasi sekolah yang baru.

‎”Kami melakukan peletakan batu pertama sekitar satu tahun lalu, dan puji Tuhan pada 14 Juli mendatang dapat diresmikan. Tahun ajaran baru nanti seluruh aktivitas sekolah akan dilaksanakan di lokasi baru,” pungkasnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *