Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar Pertemuan Lintas Sektor dengan Ketua RT/RW dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Malaria di Kota Jayapura Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Abe Jayapura, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., dan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kota Jayapura, UNICEF Perwakilan Papua, dan Perdhaki Wilayah Kerja Kota Jayapura.
Peserta kegiatan terdiri dari penanggung jawab program malaria dari 14 puskesmas, kepala kelurahan dan kepala kampung, ketua RT/RW dari wilayah sasaran, kader kesehatan, perwakilan Perdhaki, Tim Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Papua, serta Tim Program Malaria Dinas Kesehatan Kota Jayapura.
Ketua panitia kegiatan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, MM, mengatakan pertemuan lintas sektor ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Jayapura dalam mendukung percepatan eliminasi malaria sesuai kebijakan nasional serta komitmen percepatan eliminasi malaria di seluruh wilayah Papua.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mengoordinasikan dan menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun langkah-langkah percepatan eliminasi malaria di Kota Jayapura melalui pendekatan EDAT/TOKEN (Temukan, Obati, Kendalikan Vektor).
“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan dukungan sumber daya di tingkat kelurahan dan kampung, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang malaria, serta memperkuat upaya penemuan, pengobatan, dan pengendalian malaria di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Juliana menjelaskan, malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Kota Jayapura. Pada tahun 2025, Kota Jayapura tercatat sebagai daerah dengan endemisitas malaria tertinggi kedua di Provinsi Papua, dengan jumlah kasus positif mencapai 70.990 kasus dan Annual Parasite Incidence (API) sebesar 168,6 per 1.000 penduduk.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya percepatan eliminasi malaria memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan, kampung, hingga RT/RW.
Juliana menambahkan, melalui pertemuan ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat untuk mendukung percepatan eliminasi malaria sehingga target Kota Jayapura menuju eliminasi malaria pada tahun 2028 dapat tercapai.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kepala kelurahan dan kepala kampung, ketua RT/RW, kader kesehatan, Perdhaki, Tim Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Tim Program Malaria Dinas Kesehatan Kota Jayapura, hingga UNICEF Perwakilan Papua.
Menurut Rustan, tingginya angka kasus malaria di Kota Jayapura menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya.
“Kegiatan lintas sektor ini penting karena menghadirkan para pihak yang menjadi garda terdepan di masyarakat. Mereka perlu memiliki pemahaman, pengetahuan, dan langkah yang sama dalam mengeliminasi malaria, mulai dari pendataan warga, pemantauan kondisi kesehatan masyarakat hingga edukasi pencegahan penyakit,” katanya.
Rustan menegaskan peran RT/RW tidak hanya sebatas mendata warga, tetapi juga ikut memantau masyarakat yang sedang menjalani pengobatan malaria agar pengobatannya tuntas.
“Kalau ada warga yang terkena malaria, harus dikawal sampai pengobatannya selesai. Obatnya harus diminum sampai habis agar tidak kambuh kembali. Karena kesehatan itu sangat mahal,” tegasnya.
Ia optimistis angka kasus malaria di Kota Jayapura dapat ditekan apabila seluruh pihak bergerak bersama dan menjalankan perannya secara aktif di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, langkah pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kita tinggal di kota yang sama. Mari bersama-sama membersihkan halaman rumah, membersihkan saluran air, dan menjaga lingkungan tetap bersih. Jangan hanya berharap kepada pemerintah. Kunci terdepan ada pada masyarakat dan petugas yang bekerja bersama. Jika kita bersatu, saya yakin malaria bisa kita hadapi dan eliminasi dari Kota Jayapura,” pungkasnya.(VN)














