Example floating
BERITA

PW GKI Eben Haezer Kampung Yoka Gandeng Damkar Kota Jayapura Gelar Simulasi Kebakaran

88
×

PW GKI Eben Haezer Kampung Yoka Gandeng Damkar Kota Jayapura Gelar Simulasi Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Petugas saat berikan contoh teknis memadamkan api

Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) menggelar simulasi pemadaman kebakaran bagi para ibu-ibu Persekutuan Wanita (PW) Jemaat GKI Eben Haezer Kampung Yoka, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan berlangsung di halaman gedung gereja usai ibadah gabungan dan diikuti puluhan anggota PW dengan penuh antusias.

---

Simulasi difokuskan pada penanganan kebakaran rumah tangga, terutama cara mengendalikan api ketika kompor terbakar—kondisi yang paling sering terjadi dan berpotensi memicu musibah besar jika tidak ditangani dengan benar.

Para ibu-ibu diajak praktik langsung bagaimana menutup sumber api, menggunakan alat pemadam sederhana, serta langkah cepat yang harus dilakukan sebelum bantuan tiba.
Antusiasme peserta sangat terlihat. Banyak di antara mereka menyebut pengetahuan ini sebagai sesuatu yang baru dan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Perwakilan PW Jemaat GKI Eben Haezer Kampung Yoka, Ester Tukayo, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Damkar Kota Jayapura yang memberikan edukasi langsung kepada ibu-ibu PW.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jayapura. Melalui kegiatan ini kami benar-benar mendapatkan pengetahuan baru untuk mencegah terjadinya kebakaran, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar,” ucap Ester.

“Kami berharap Damkar terus melibatkan kami dalam kegiatan-kegiatan berikutnya, sehingga ibu-ibu bisa terlibat langsung dan memahami cara menangani musibah kebakaran secara praktis.”harapnya.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Pemkot Jayapura yang juga Koordinator Seksi Pendidikan PW Eben Haezer, Hernike Regina Awi, menyebut kegiatan ini sebagai wujud kolaborasi yang sangat penting antara gereja dan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini sengaja dikemas dalam bentuk sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran dalam keluarga, dan disatukan dengan momen ibadah gabungan agar lebih mudah diikuti jemaat.

“Kami ingin membuat kolaborasi nyata antara pemerintah dan gereja. Edukasi seperti ini sangat penting karena banyak ibu-ibu yang sebenarnya tidak mengetahui ilmu dasar pencegahan kebakaran,” jelasnya.

Menurut Hernike, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus aktif turun ke komunitas—termasuk gereja dan persekutuan-persekutuan jemaat.

Hernike berharap ilmu yang sudah diterima dapat diteruskan oleh para ibu-ibu kepada lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga angka kebakaran dapat ditekan sedini mungkin.

“Jika kita meneruskan pengetahuan ini ke lingkungan kita masing-masing, maka kita secara tidak langsung membantu pemerintah mengurangi angka kebakaran dari tahun ke tahun.”ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkar Kota Jayapura Albert, S. Sos menyampaikan apresiasi mendalam kepada PW GKI Eben Haezer yang telah menggagas kegiatan ini.

“Ini sukacita besar bagi kami karena ini pertama kali kami diundang oleh gereja untuk memberikan sosialisasi pencegahan kebakaran. Biasanya permintaan datang dari sekolah, yayasan atau paguyuban. Apa yang dilakukan PW GKI Eben Haezer Yoka ini luar biasa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa angka kebakaran di Kota Jayapura mengalami peningkatan beberapa waktu terakhir, sehingga keterlibatan semua lapisan masyarakat sangat dibutuhkan.

“Kebakaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh masyarakat, termasuk gereja dan organisasi PW. Antusiasme ibu-ibu hari ini sangat luar biasa, mereka ingin tahu bagaimana mencegah kebakaran sejak dini,”ujarnya

Lebih jauh, pihak Damkar berharap kegiatan ini menjadi awal dari pembangunan budaya siaga bencana di Kampung Yoka.

“Harapan kami Kampung Yoka bisa menjadi pilot project kampung siaga kebakaran. Jika komunikasi antarwarga berjalan baik dan saling mengingatkan, maka pencegahan kebakaran bisa dilakukan secara maksimal,”harapnya.

Ia menambahkan bahwa Damkar terbuka sepenuhnya apabila kembali diundang untuk memberikan edukasi lanjutan.(VN/AT)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *