Example floating
AdvetorialEkonomiKolomSorotanTrendWorld

Kenali 10 Perbedaan Emas Asli dan Palsu, Jarang Diketahui!

98
×

Kenali 10 Perbedaan Emas Asli dan Palsu, Jarang Diketahui!

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Emas dikenal sebagai salah satu aset paling aman untuk menjaga nilai kekayaan. Tidak heran jika banyak orang memilih emas untuk investasi jangka panjang maupun perhiasan sehari-hari.

Namun, di balik tingginya minat terhadap logam ini, risiko mendapatkan emas palsu juga tidak bisa diabaikan. Jadi, perlu pemahaman yang akurat terkait perbedaan emas asli dan palsu sebelum melakukan transaksi agar lebih aman dan tidak merugikan. 
 

---

Dikutip dari Pegadaian.co.id, artikel ini untuk mengetahui berbagai caranya, mulai dari perbedaan sederhana hingga yang lebih akurat!

Perbedaan Emas Asli dan Palsu

Kesalahan dalam mengenali perbedaan emas asli dan palsu bisa berujung pada kerugian finansial dan menurunkan nilai aset yang kamu miliki. 

Karena itu, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk memastikan apakah emas benar-benar asli atau hanya tiruan. Beberapa di antaranya:

1. Secara Fisik

Emas asli umumnya memiliki tanda atau cap resmi pada permukaannya, terutama pada bagian dalam perhiasan atau sisi emas batangan. Tanda ini bisa berupa angka 1–999 atau kode karat seperti 10K, 18K, 22K, hingga 24K. 
 

Angka dan huruf tersebut menunjukkan kadar emas murni di dalam logam tersebut. Sebagai contoh, kode 999 berarti kandungan emas sangat tinggi atau setara dengan 24 karat.
 

Sementara itu, emas palsu sering kali tidak memiliki cap sama sekali, atau capnya terlihat tidak rapi, tipis, dan mudah pudar. Meski demikian, ada juga emas palsu yang sengaja diberi cap tiruan sehingga pemeriksaan visual sebaiknya dikombinasikan dengan metode lain.

2. Tidak Bersifat Magnetis

Emas murni tidak memiliki sifat magnetis. Artinya, ketika didekatkan ke magnet, emas asli tidak akan tertarik sama sekali. Hal ini berbeda dengan logam seperti besi, baja, atau nickel yang mudah menempel pada magnet.

Jika emas yang diuji tertarik magnet, besar kemungkinan emas tersebut mengandung banyak campuran logam lain atau hanya berlapis emas di bagian luar.

Namun, untuk perhiasan emas, hasil tes ini tidak selalu mutlak karena perhiasan emas memang sering dicampur logam lain agar lebih kuat dan tidak mudah bengkok. Karena itu, tes magnet paling akurat digunakan untuk emas batangan 24 karat.

3. Tidak Meninggalkan Noda Hitam

Selanjutnya, perbedaan emas asli dan palsu bisa terlihat saat kamu menggoreskan emas pada permukaan keramik polos yang tidak dilapisi glasir. Namun, lakukan cara ini secara perlahan dan hati-hati agar tidak merusak permukaan emas.
 

Jika muncul garis berwarna hitam, itu tandanya terdapat kandungan logam lain seperti besi atau nikel. Sebaliknya, emas asli biasanya tidak meninggalkan noda hitam dan tetap menunjukkan warna kuning cerah meskipun sedikit tergores.

Metode ini cukup membantu untuk pemeriksaan awal, tetapi sebaiknya tidak sering dilakukan pada perhiasan karena bisa meninggalkan bekas halus.
 

4. Tekstur Permukaan Lebih Lunak 

Emas asli memiliki tekstur yang lebih lunak dibanding banyak logam lainnya, terutama jika kadar karatnya tinggi. Karena itu, saat digigit perlahan, biasanya akan muncul bekas gigitan atau cekungan kecil.

Sebaliknya, emas palsu cenderung lebih keras sehingga tidak meninggalkan bekas gigitan. Namun, metode ini hanya cocok untuk emas batangan atau koin karena perhiasan emas biasanya memang dikombinasikan dengan logam lain agar lebih keras.

5. Reaksi Terhadap Asam Nitrat

Pengujian menggunakan asam nitrat termasuk metode yang cukup akurat untuk mengetahui perbedaan emas asli dan palsu. Emas asli tidak akan bereaksi saat terkena cairan asam nitrat, baik dari segi warna maupun permukaan.
 

Sementara itu, emas palsu akan menunjukkan reaksi tertentu, seperti:
 

– Berubah menjadi kuning kusam jika berbahan kuningan berlapis emas.

– Berubah menjadi kehijauan jika logam besi berlapis emas.

– Berubah menjadi putih susu jika terbuat dari logam perak berlapis emas.
 

Meski terbilang efektif, cara ini harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh sembarangan karena asam nitrat bersifat beracun serta dapat mengiritasi kulit dan saluran pernapasan.

6. Tidak Berbau

Emas murni tidak berbau, tidak berkarat, dan tidak bereaksi dengan air atau keringat. Saat dipegang atau dipakai dalam waktu lama, emas asli tetap netral tanpa aroma logam.
 

Sebaliknya, emas palsu yang mengandung tembaga atau kuningan sering kali menimbulkan bau amis atau bau seperti karat, terutama setelah terkena air, keringat, atau disimpan di tempat lembap. Dari aroma ini saja, kamu sudah bisa mengidentifikasi keasliannya.
 

7. Konduktivitas Tinggi

Perbedaan emas asli dan palsu bisa dilihat dengan melakukan tes konduktivitas panas. Emas adalah logam penghantar panas dan listrik yang sangat baik. 

Sifat ini membuat emas banyak digunakan dalam industri elektronik, seperti pada chip komputer dan perangkat teknologi presisi. Saat disentuh, emas asli biasanya cepat menyesuaikan suhu dengan tubuh. 

Sementara logam palsu yang kandungan emasnya rendah umumnya menghantarkan panas lebih buruk.

8. Suara Dering Lebih Nyaring dan Lama

Emas asli bersifat padat dan memiliki struktur yang rapat. Ketika dijatuhkan ke permukaan keras atau logam, bunyinya cenderung lebih nyaring, jernis, dan bertahan sedikit lebih lama.
 

Sebaliknya, emas palsu biasanya mengeluarkan bunyi yang lebih pendek, berat, atau teredam. Perbedaan ini cukup jelas jika dibandingkan langsung, terutama pada emas batangan atau koin.

9. Kepadatan atau Densitas Tinggi

Cara mengidentifikasi perbedaan emas asli dan palsu yang lebih akurat yaitu dengan menghitung kepadatannya menggunakan prinsip massa jenis atau densitas. 

Caranya dengan menimbang berat emas, lalu memasukannya ke dalam gelas berisi air dan mengukur berapa banyak volume air yang naik. Rumusnya antara lain:
 

Densitas = massa / pergeseran volume (volume air yang berpindah)

Emas murni 24 karat umumnya memiliki densitas sekitar 19,3 g/ml. Jika hasil perhitungan mendekati angka tersebut, berat kemungkinan emas tersebut asli. Sementara kadar emas lain memiliki densitas lebih rendah, misalnya:
 

– 14K emas kuning: 12,9–14,6 g/ml.

– 18K emas kuning: 15,2–15,9 g/ml.

– 22K emas kuning: 17,7–17,8 g/ml.

10. Periksa Secara Profesional

Jika semua cara di atas masih menimbulkan keraguan, langkah paling aman untuk memastikan perbedaan emas asli dan palsu adalah dengan melakukan pemeriksaan profesional. 

Kamu bisa membawa emas ke outlet Pegadaian atau toko emas tepercaya untuk diuji dengan alat khusus. Hasil pemeriksaan ini biasanya mencakup kadar emas, berat bersih, dan estimasi nilai jual.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan emas asli dan palsu yang dapat menjadi bekal sebelum membeli atau berinvestasi emas. Untuk memastikan keasliannya, selalu periksa surat atau sertifikat yang diberikan saat pembelian perhiasan maupun emas batangan.


 Pembelian emas dapat dilakukan secara tunai maupun melalui layanan Cicil Emas dari Pegadaian agar lebih praktis. 


 Emas yang tersedia dijamin 24 karat dan bersertifikat, dengan cicilan tetap meski harga emas naik. Emas juga dapat dijual kembali di Galeri 24 dan mudah dicairkan kapan saja, baik dengan cara dijual maupun digadaikan. 
 

Proses pengajuannya bisa dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau datang langsung ke outlet Pegadaian terdekat. Jadi, tidak perlu ragu untuk mulai berinvestasi dan memiliki emas asli 24 karat yang terjamin bersama Pegadaian. (*/Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *