Paraparatv.id | Jayapura | Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi memastikan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) II Dumai sebagai salah satu fondasi utama pasokan BBM nasional, khususnya bagi wilayah Sumatera bagian Utara (Sumbagut) selama periode Ramadhan – Idul Fitri 1447 Hijriah (RAFI) dan di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto serta Arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan operasional kilang domestik berjalan optimal dan tidak berdampak buruk secara global. Pemerintah menempatkan Kilang Dumai sebagai salah satu simpul strategi dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik.
Pertamina Patra Niaga RU II Dumai merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 16,5 persen dari total kapasitas pengolahan milik Pertamina. Dengan kapasitas total 170.000 barel per hari, terdiri atas Kilang Dumai 120.000 barel per hari dan Kilang Sei Pakning 50.000 barel per hari.
“Dalam kunjungan lapangan, dipastikan RU II Dumai dalam kondisi yang optimal dapat memproduksi berbagai jenis BBM. Kami mengharapkan agar kilang ini terus dijaga kerahasiaannya, sehingga dapat memenuhi produk-produk BBM untuk kebutuhan domestik.Secara khusus untuk di Sumatera Bagian Utara,” ujar Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho di sela kunjungan ke Dumai, Riau, Rabu (4/3/2026).
Selain memproduksi bahan bakar gas seperti solar dan turunannya, kilang ini juga menghasilkan avtur ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bagian dari dukungan terhadap program transisi energi berkelanjutan. Produksi SAF dinilai sebagai langkah konkret dalam menyiapkan sektor energi menghadapi kebutuhan dekarbonisasi global.
Pemerintah, melalui BPH Migas bersama Pertamina, berkomitmen menyediakan dan mendistribusikan BBM domestik agar tetap aman dan lancar. Operasional kilang yang Andal dipastikan menjadi tameng utama agar pasokan energi nasional tidak mengganggu dinamika geopolitik internasional.
Ke depan, BPH Migas mendorong peningkatan kapasitas Kilang Dumai sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional. “Secara nasional, Indonesia perlu menambahkan sekitar 400 ribu barel per hari kapasitas kilang untuk mencapai total 1,6 juta barel per hari, guna mendukung target swasembada penuh BBM, terutama jenis bensin dan solar. Kilang seperti Dumai ini masih memiliki lahan potensial untuk pengembangan lebih lanjut”, tutur Fathul.
Dalam kesempatan tersebut, BPH Migas juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja kilang. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perwira Pertamina, khususnya di Kilang Dumai ini atas kinerja yang optimal dan mudah-mudahan dalam keadaan sehat, serta tentunya bisa terus berkontribusi dalam memproduksi BBM untuk Indonesia,” kata Fathul didampingi oleh General Manager Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Iwan Kurniawan.
Pemantauan SPBU
Selain meninjau kilang, BPH Migas melakukan pengecekan pelayanan dan penyaluran BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Dumai. Berdasarkan pemantauan melalui sistem Automatic Tank Gauge (ATG), stok solar maupun bensin, termasuk pertalite, berada dalam kondisi aman.
Pemerintah bersama Pertamina Group, termasuk Pertamina Patra Niaga, telah menyiapkan langkah antisipatif menangani berbagai kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri. “Jadi penyaluran dan pelayanan BBM untuk masyarakat dari Pertamina dipastikan aman dan lancar,” pungkas Fathul.
Senada, Sales Area Manager Retail Riau Pertamina Patra Niaga, Wilson Eddi Wijaya memastikan pasokan dan distribusi BBM tetap terjaga serta kualitas produk memenuhi standar melalui pengecekan rutin setiap hari.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga di wilayah Dumai. Kegiatan ini memberikan dampak positif baik secara psikologis maupun operasional di lapangan, dimana masyarakat mendapatkan informasi dan aspek lapangan yang nyata untuk memastikan pendistribusian yang tepat sasaran, dan menyembunyikan sarfas kilang.
Masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan tidak perlu terpengaruh panik membeli karena BPH Migas dan Pertamina bersama bahu membahu di lapangan memastikan energi terjaga dan aman di masa Ramadhan dan Idul Fitri. (*/Redaksi)



















