Paraparatv.id | Sentani | Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura menerima laporan pada pukul 15.05 WIT mengenai kejadian seorang pria terkam buaya di Sungai Tami. Korban bernama David (L/21), seorang warga yang saat kejadian sedang memancing bersama beberapa rekannya.
Menurut keterangan rekan korban, kejadian terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Saat berada di tepi sungai, korban tiba-tiba diserang dan terseret buaya ke dalam sungai. Rekan korban tidak dapat memberikan bantuan dan langsung melaporkan kejadian tersebut.
Setelah menerima laporan, Basarnas Jayapura melakukan koordinasi dengan Polsek Muara Tami dan keluarga korban. Tim SAR kemudian menyiapkan peralatan meliputi mobil penyelamat, truk angkut, perahu karet, drone, PalSAR Udara, dan peralatan pendukung lainnya, serta melakukan briefing sebelum berangkat ke lokasi dengan estimasi waktu tempuh 1,5 jam.
Tim SAR tiba di lokasi dan melakukan koordinasi dengan keluarga korban sebelum memulai pencarian secara visual di sepanjang jembatan Sungai Tami. Karena kondisi malam hari, pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan pada Rabu (11/02/2026).
Pada hari berikutnya, tim akan dibagi menjadi tiga regu: Regu 1 akan menggunakan perahu karet untuk pencarian di atas air, Regu 2 akan melakukan penyisiran darat di kedua sisi tepi sungai sekitar lokasi kejadian, dan Regu 3 akan memantau dari udara menggunakan drone.
Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas Jayapura, Polsek Muara Tami, Koramil Muara Tami, keluarga korban, serta masyarakat lokal.
“Kami berharap agar korban dapat segera ditemukan,” ujar Anton, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura.(*Sar Jayapura)
















