Example floating
KABAR KOTA JAYAPURA

Wali Kota Jayapura Tekankan Nilai Kepedulian pada Ibadah Pembukaan Tahun Pelayanan Klasis GKI Port Numbay 2026

31
×

Wali Kota Jayapura Tekankan Nilai Kepedulian pada Ibadah Pembukaan Tahun Pelayanan Klasis GKI Port Numbay 2026

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura — Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Port Numbay menggelar Ibadah Pembukaan Tahun Pelayanan 2026 yang berlangsung khidmat pada Senin, (12/1/2026).

Ibadah ini dihadiri jajaran pelayan gereja serta Badan Pekerja Klasis GKI Port Numbay.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH, MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah pembukaan tahun pelayanan menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai kepedulian sebagai fondasi kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Menurutnya, kepedulian memiliki makna yang luas dan mendalam, yakni kesadaran untuk memperhatikan sesama manusia yang membutuhkan, termasuk kepedulian terhadap gereja dan masyarakat Kota Jayapura.

“Saya sebagai bagian dari gereja dan juga sebagai pemimpin pemerintahan memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menghadirkan program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Saya juga adalah penatua. Kita semua bertanggung jawab untuk peduli kepada masyarakat Kota Jayapura melalui program-program pemerintah,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama seluruh warga kota.

“Kita harus peduli terhadap kebersihan dan alam. Ini adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga Kota Jayapura agar kota ini tetap aman, bersih, dan nyaman,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya sebagai kepala daerah untuk menjalankan seluruh tanggung jawab pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai Wali Kota Jayapura, apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah atas kota ini, itu semua akan saya lakukan. Kita harus peduli agar kita bisa hidup baik-baik di kota ini,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Abisai Rollo juga menyinggung peran strategisnya dalam tiga unsur kehidupan, yakni adat, gereja, dan pemerintahan.

“Dalam adat saya adalah Ondoafi, di gereja saya penatua, dan dalam pemerintahan saya Wali Kota Jayapura. Saya menjadi Wali Kota karena Tuhan yang berkehendak. Siapa yang bekerja di ladang Tuhan, Tuhan akan pakai dia menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Memasuki tahun 2026, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan Kota Jayapura tidak dapat berjalan tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Kota Jayapura, baik dukungan pikiran maupun kebersamaan, agar kita membangun kota ini untuk kemuliaan Tuhan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyatakan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk mendukung pembangunan Kantor Klasis GKI Port Numbay.

“Pemerintah Kota Jayapura akan peduli dan mendukung pembangunan Kantor Klasis GKI Port Numbay. Semoga kantor ini menjadi tempat kita berkumpul dan berdoa kepada Tuhan agar Kota Jayapura terus diberkati,” katanya.

Sementara itu, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Andris Tjoe, M.Th, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa ibadah pembukaan tahun pelayanan menjadi awal komitmen gereja untuk menjalankan tugas kemanusiaan bersama pemerintah.

“Kami bersama pemerintah menjalankan tugas besar kemanusiaan, bagaimana menyelamatkan manusia dan menjaga alam ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jemaat, masyarakat, dan pemerintah untuk terus membangun kolaborasi demi kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

“Kami sangat mengharapkan warga jemaat, masyarakat, dan pemerintah untuk bersama-sama berkolaborasi, peduli terhadap umat manusia dan juga alam ciptaan Tuhan,” tambahnya.

Untuk tahun pelayanan 2026, Klasis GKI Port Numbay akan memfokuskan program pelayanan pada isu-isu kepedulian sosial, khususnya anak jalanan, HIV/AIDS, serta penyalahgunaan minuman keras.

“Di Kota Jayapura masih banyak anak jalanan, persoalan HIV/AIDS, dan kemabukan. Itu menjadi fokus perhatian kami. Kami ingin turun langsung melihat kondisi mereka, sekaligus memperhatikan lingkungan dan alam sekitar,” jelasnya.

Program-program tersebut akan dijalankan melalui kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Jayapura. Saat ini, Klasis GKI Port Numbay membawahi 51 jemaat, yang diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menghadirkan pelayanan gereja yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Kota Jayapura.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *