Example floating
EkonomiHukum dan Kriminal

Wali Kota Bongkar penyebab Antrian BBM Solar di SPBU

184
×

Wali Kota Bongkar penyebab Antrian BBM Solar di SPBU

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo

Paraparatv.id | Jayapura | Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH., MH, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk menertibkan praktik penyalahgunaan BBM jenis solar subsidi, khususnya oleh kendaraan yang telah dimodifikasi tangkinya untuk kepentingan penjualan ilegal.

Salah satu penyebab utama kelangkaan solar subsidi dan panjangnya antrean kendaraan di SPBU adalah ulah oknum pemilik kendaraan, terutama mobil jenis Star Wagon, dan yang tidak lagi beroperasi sebagai angkutan penumpang, namun justru dimanfaatkan untuk mengambil solar subsidi dalam jumlah besar.dan juga mobil modifikasi tangki pengisian BBM.

“Kami sudah rapat dengan Pertamina. Berkaitan dengan solar subsidi, kami harapkan jika ada mobil yang tangkinya dimodifikasi, itu harus ditindak. Akibatnya, SPBU yang biasanya buka sampai jam sembilan malam, sudah habis solar pada jam tujuh malam.”tegas Abisai Rollo, Jumat 19 Desember 2025.

Lebih tegas diungkapkan, kendaraan yang telah dimodifikasi tersebut bahkan dapat melakukan pengisian solar subsidi hingga dua sampai tiga kali dalam satu hari, kemudian menjual kembali BBM tersebut secara ilegal.

“Mereka tidak beroperasi melayani penumpang, tetapi justru mengambil solar satu hari bisa dua sampai tiga kali dan kemudian dijual. Inilah yang menyebabkan antrean panjang di SPBU dan mengganggu masyarakat.”ungkapnya.

Wali Kota juga meminta Pertamina dan seluruh pengelola SPBU di Kota Jayapura agar lebih selektif dalam melayani pengisian BBM terutama dengan penerapan sistem barcode yang lebih ketat.

“Kepada SPBU yang menjual solar subsidi, saya minta agar lebih selektif lagi menggunakan barcode. Jangan sampai satu mobil bisa mengambil dua sampai tiga kali dalam satu hari.”harapnya.

Menurutnya, secara perhitungan, pengisian solar subsidi seharusnya cukup untuk digunakan hingga keesokan hari, sehingga pengambilan berulang kali dalam sehari patut dicurigai sebagai praktik penjualan ilegal.

“Kalau satu kali isi itu bisa dipakai sampai besok, kenapa harus ambil sampai tiga kali? Berarti dia jual. Itu yang menyebabkan antrean mobil panjang di SPBU.”bebernya.

Pemerintah Kota Jayapura, lanjut Abisai, akan terus berkoordinasi dengan Pertamina, aparat penegak hukum, serta pengelola SPBU untuk menertibkan kendaraan bermasalah dan memastikan distribusi BBM tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, terutama menjelang hari-hari besar dan meningkatnya aktivitas masyarakat.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *