Paraparatv.id | Jayapura | Dalam kunjungan singkatnya dalam momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kepala Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati memberikan apresiasi terhadap kesiapan PLN dalam menghadapi memontum tahunan di Ujung Timur Indonesia, Papua.
Erika Retnowati, menyampaikan bahwa hasil pemantauan Safari Nataru menunjukkan kondisi pasokan listrik di Papua masih dalam status aman dengan cadangan mencapai 48 persen, bahkan secara nasional berada di kisaran 50 persen. “Dengan hal tersebut menandakan keseimbangan antara kebutuhan dan cadangan pasokan listrik tetap terjaga,” ujarya saat mengunjungi Gardu Induk (GI) Skyline, Sabtu (27/12) lalu.
Dalam paparan singkat, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar menjelaskan saat ini, beban puncak kelistrikan di Papua Raya tercatat sebesar 364,10 MW, sementara daya mampu pembangkit mencapai 543,58 MW.
Dengan demikian, terdapat cadangan daya sekitar 179,48 MW atau setara 35 persen, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik selama periode Natal dan Tahun Baru.
Diksi menyebut seluruh sistem kelistrikan di wilayah Papua Raya, masih menggunakan bahan bakar solar sebanyak 78 persen untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). “Sisanya bahan bakar gas 13 persen, 5 persen menggunakan batubara, dan sisanya menggunakan energi baru terbarukan (EBT),” ujarnya.
Selain itu untuk memastikan keandalan sistem, PLN UIW Papua dan Papua Barat juga menyiapkan berbagai sumber pasokan listrik cadangan seperti 36 unit gardu bergerak (UGB), 23 unit UPS, 6 set Emergency Restoration System (ERS), serta 98 unit mobile genset yang disiagakan di seluruh lokasi posko siaga. Langkah ini diambil guna menjamin kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat, khususnya di lokasi-lokasi strategis.
PLN, dalam moment nataru di Papua, kata Diksi turut menurunkan 1.231 personel siaga yang terdiri dari 566 pegawai PLN, 665 petugas pelayanan teknik, serta 5 tim Pasukan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) yang tersebar di Jayapura, Sorong, dan Timika jika terjadi mitigasi ganguan kelistrikan di wilayah.
Diksi mengungkapkan adanya potensi gangguan akibat cuaca ekstrem akibat bibit siklon tropis di wilayahnya, PLN telah melakukan pemetaan wilayah rawan serta analisis risiko di seluruh Papua dan Papua Barat. “Meski sempat terdapat peringatan bibit siklon di wilayah Papua Selatan, kondisi cuaca secara umum terpantau aman. Namun demikian, PLN tetap menyiapkan langkah mitigasi agar proses pemulihan kelistrikan dapat dilakukan secara cepat apabila terjaddi gangguan,” katanya.(*/Redaksi)
















