Example floating
Sosial Budaya

Nelson Ondi Temukan Spot Wisata Baru di Kampung Yenggu Baru

123
×

Nelson Ondi Temukan Spot Wisata Baru di Kampung Yenggu Baru

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua III DPRK Jayapura saat foto bersama warga Kampung Yenggu Baru di lintasan arung jeram yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat kampung tersebut.

Paraparatv.id |Sentani| –  Wakil Ketua III DPRK Jayapura, Nelson Yohosua Ondi, menemukan potensi wisata baru yang menarik perhatian. Kunjungan kerjanya ke Kampung Yenggu Baru, Senin (10/11) membawanya pada penemuan sebuah kawasan wisata yang dibangun sepenuhnya secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Kawasan wisata itu berdiri di tengah keindahan alam Grime Nawa, dikelilingi pepohonan rindang dan sungai yang mengalir jernih. Meski dibangun dengan keterbatasan, kreativitas masyarakat Ombrob terlihat nyata. Mereka menata kawasan tersebut dengan menghadirkan sejumlah wahana sederhana namun unik, seperti rumah pohon dan jalur luncur arung jeram yang menjadi pusat perhatian.

Yang paling menarik dari kawasan ini adalah tempat peluncuran arung jeramnya. Dari titik awal, pengunjung nantinya akan meluncur menyusuri aliran sungai yang melewati hutan alami di sekitar kampung. Perjalanan ini bukan sekadar olahraga air, melainkan juga petualangan menembus hutan tropis yang memadukan sensasi ketegangan dan keindahan alam. Di sepanjang jalur itu, suara gemericik air berpadu dengan kicauan burung dan desiran angin di antara pepohonan tinggi yang menaungi sungai.

Nelson Yohosua Ondi menilai, potensi wisata di Yenggu Baru merupakan gambaran semangat dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan kekayaan alam yang mereka miliki. Ia mengaku kagum dengan inisiatif warga yang tanpa menunggu bantuan pemerintah sudah mulai membangun sarana wisata secara gotong royong.

“Tempat ini punya potensi besar untuk dikembangkan. Warga sudah memulai dengan kemampuan mereka sendiri, dan itu patut diapresiasi. Kalau dikelola dengan baik, saya yakin Ombrob bisa menjadi destinasi wisata yang menarik banyak pengunjung ke wilayah Grime Nawa,” ujar Nelson usai meninjau lokasi tersebut.

Ia juga berkomitmen untuk mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait agar segera memberikan dukungan, baik dalam bentuk fasilitas, pendampingan, maupun pelatihan bagi masyarakat pengelola. Menurutnya, pengembangan wisata berbasis masyarakat seperti ini dapat menjadi model pembangunan yang berkelanjutan karena memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.

“Saya akan sampaikan kepada dinas terkait agar memberikan perhatian dan bantuan bagi masyarakat Yenggu, supaya tempat ini bisa segera beroperasi secara penuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga kampung,” tambahnya.

Meski saat ini kawasan wisata Yenggu Baru belum resmi dibuka untuk umum, Nelson optimistis tempat itu akan segera menjadi salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Jayapura. Selain memperkuat sektor pariwisata lokal, keberadaan tempat ini juga diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Distrik Nimboran.

Dengan keindahan alamnya yang masih alami, semangat gotong royong masyarakat, serta dukungan pemerintah daerah yang mulai tumbuh, Kampung Yenggu Baru perlahan menjelma menjadi permata tersembunyi di jantung Grime Nawa — tempat di mana wisata, alam, dan kebersamaan masyarakat berpadu menjadi harapan baru bagi pembangunan Jayapura. (Arie)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *