Paraparatv.id | Sentani | Pemerintah Kabupaten Jayapura menegaskan komitmennya memperkuat koperasi kampung sebagai motor ekonomi lokal melalui kegiatan peningkatan kapasitas Koperasi Merah Putih yang diikuti 284 peserta dari seluruh distrik di kabupaten Jayapura, Selasa (25/11/2025).
Bupati Jayapura Yunus Wonda membuka kegiatan ini dengan menegaskan bahwa program nasional harus dimanfaatkan untuk menghidupkan ekonomi kampung.
“Program Bapak Presiden yang hari ini kita sedang laksanakan. tujuan yang satu, berhubungan ekonomi di daerah, di kampung-kampung harus hidup,” ujar Wonda.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah baru menerima 22 unit alat berat pertanian dari pusat.
“Kemarin 15 ternyata ditambah lagi dari pusat harus sekitar 22 unit yang akan dalam perjalanan lain sudah tiba,” katanya.
Menurutnya, program Makan Bergizi (MBG) telah membuka ruang pasar baru bagi hasil bumi masyarakat.
“MBG itu adalah pasaran kita hari ini sudah ada MBG, itu ruang kita, itu pasaran kita,” tegasnya.
Ia meminta seluruh aparatur kampung bergerak dan tidak pasif.
“Jangan tidur. Mari kita semua bergerak maju. Perubahan itu tidak akan datang dari mana-mana, itu akan datang dari diri kita sendiri,” ujarnya.
Wonda juga menekankan amanat Inpres nomor 9 Tahun 2025.
“Salah satu amanat dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 adalah memberikan fasilitas pendampingan, edukasi dan pelatihan sumber daya manusia koperasi,” katanya.
Wonda juga menilai kompetensi SDM sangat vital.
“Sumber daya manusia yang kompetensi menjadi dasar utama dalam membangun kepercayaan publik, serta mampu menghadapi tantangan di era digital,” imbuhnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM kab. Jayapura, Haryanto, menjelaskan bahwa saat ini sudah terdapat akta pendirian koperasi di banyak kampung.
“Kalau koperasi kita di Kabupaten Jayapura sudah 139 kampung, 5 kelurahan sudah ada akte pendirian, sudah lengkap,” katanya.
Ia menyebut kegiatan ini dibiayai melalui dana dekon.
“Pembiayaan kita dari dana dekon dari Kementerian Koperasi,” ujarnya.
Haryanto menambahkan bahwa pembangunan fisik koperasi mengikuti Inpres 17 Tahun 2025.
“Kan ada Pak Presiden menugaskan PT Agri Dinas Pangan Nusantara bekerjasama dengan TNI untuk membangun gedung,” jelasnya.
Pelatihan berlangsung hingga 27 November dan dibagi menjadi tiga angkatan. “Pesertanya ada 284. Nanti ada 3 kelas, ada 3 angkatan,” katanya. (Keke)
















