Paraparatv.id | Jayapura | Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama dalam penggunaan petasan, mercon, dan meriam rakitan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Menurutnya, setiap tahun menjelang Natal dan Tahun Baru sering muncul kebiasaan sebagian anak muda dan anak-anak kecil yang menyalakan petasan atau membuat meriam sebagai bentuk hiburan. Namun, hal tersebut sering menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
“Anak-anak muda ini kadang gaya-gayaan, beli mercon, beli meriam untuk diledakkan. Akhirnya mengganggu lalu lintas, pengguna jalan, bahkan bisa membahayakan diri sendiri,” ujar Rustan Saru kepada media di Jayapura, Rabu (29/10).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Jayapura akan segera berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas langkah-langkah antisipatif menghadapi fenomena tersebut, terutama menjelang dan setelah hari Natal.
“Dalam waktu dekat kita akan komunikasikan dengan Forkopimda tingkat kota untuk menyikapi ini,” jelasnya.
Wakil Wali Kota menegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk bergembira menyambut Natal dan Tahun Baru, namun perayaan tersebut harus dilakukan dengan cara yang aman dan tertib.
“Boleh kita euforia, bergembira, tapi ada waktunya. Saya minta kepada orang tua, tolong kontrol anak-anak kita. Jangan diberikan uang untuk membeli barang-barang seperti mercon atau meriam itu, karena bisa melukai diri sendiri dan mengganggu orang lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, banyak kasus di mana anak-anak menjadi korban akibat ledakan mercon atau jatuh di jalan saat bermain tanpa pengawasan.
“Kalau sampai luka atau celaka, orang tuanya juga yang menderita. Maka mari kita bersama-sama menjaga, bukan hanya agar tidak mengganggu orang lain, tapi juga demi keselamatan anak-anak kita sendiri,” pungkasnya.(VN)

















