Example floating
KABAR KOTA JAYAPURA

Walikota Jayapura Sambangi Kampung Koya Tengah dalam Program Turun Kampung

539
×

Walikota Jayapura Sambangi Kampung Koya Tengah dalam Program Turun Kampung

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, melanjutkan Program Turun Kampung dengan menyambangi Kampung Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kamis (25/9).

Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda silaturahmi Pemkot Jayapura bersama masyarakat, setelah sebelumnya dilaksanakan di 10 kampung adat dan kini berlanjut ke empat kampung administratif. Koya Tengah menjadi kampung administratif kedua yang dikunjungi.

Dalam kesempatan tersebut, Abisai Rollo menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Koya Tengah yang telah mendukung dan mempercayakan dirinya memimpin Kota Jayapura.

“Hari ini saya bertemu langsung dengan masyarakat Kampung Koya Tengah. Saya ucapkan terima kasih karena telah memilih saya sebagai Wali Kota Jayapura. Sejak tahun 1989, saya sudah tinggal dan hidup bersama masyarakat di sini, sehingga Koya Tengah juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tujuan utama Program Turun Kampung adalah mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung aspirasi warga. Dengan komunikasi yang baik, kata Abisai, seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kampung. Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari aksi-aksi yang merugikan seperti demo dan pemalangan.

“Saya ingin kampung ini aman, saya ingin kota ini aman selama saya menjabat. Karena itu, mari kita jaga kampung ini bersama-sama. Kalau kampung aman, pembangunan dari pemerintah kampung, kota, provinsi hingga pusat bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam dialog bersama warga, Abisai Rollo, juga memaparkan rencana strategis Pemkot Jayapura untuk memekarkan empat kampung administratif, termasuk Koya Tengah, menjadi kelurahan. Sementara itu, 10 kampung adat akan tetap dipertahankan sesuai nilai kearifan lokal.

“Empat kampung administratif akan dimekarkan menjadi kelurahan. Sedangkan 10 kampung adat akan tetap ada dengan kekayaan budaya, tanah, air, dan bahasa yang dimiliki masing-masing,” jelas Abisai.

Kegiatan Turun Kampung ini disambut antusias oleh masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan aparatur kampung. Agenda tatap muka tersebut sekaligus menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan masukan dan harapan langsung kepada Wali Kota.(Redaksi/VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *