Paraparatv.id | Jayapura | walau ditengah keterbatasan sarana prasarana, personil Pemadam Kebakaran (Damkar) selalu siap siaga jika adanya bencana kebakaran atau non kebakaran di wilayah kota Jayapura.
”Sebanyak 86 personel kami siagakan untuk pengamanan kunjungan Wapres. Konsolidasi ini penting agar semua sektor terjaga, baik diminta maupun tidak diminta, personel sudah harus paham tugas pokoknya. Saat ada situasi darurat, tanpa menunggu perintah, mereka tahu apa yang harus dilakukan,” hal itu ditegaskan Plt kepala dinas Damkar Kota Jayapura, Robert Betaubun di Mako Damkar Entrop, Selasa 16 September 2025.
Robert menegaskan, dalam rangka konsolidasi lintas sektor serta peningkatan disiplin kerja seluruh personel dilakukan apel dan pemeriksaaan armada kerja.
Selain itu, pentingnya kesiapsiagaan personel, terutama menghadapi agenda besar seperti kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Kota Jayapura.
“Sebagai langkah penguatan disiplin, Damkar Kota Jayapura mulai menjadwalkan apel rutin, “
”Setiap hari Selasa, apel dilaksanakan di Mako Damkar utama. Sedangkan pada hari Rabu dan Kamis, apel dipimpin langsung oleh perwira di masing-masing pos. Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan pelayanan kepada masyarakat”tegas Robert.
Djelaskan, Tugas Damkar tidak sebatas memadamkan api. “Damkar juga melayani berbagai persoalan masyarakat, mulai dari orang hilang, pohon tumbang, hingga penanganan binatang liar.
” Masyarakat memilih Damkar karena kami bisa langsung turun tanpa prosedur berbelit. Begitu laporan masuk, personel segera hadir di lapangan,”Katanya.
Saat ini Damkar Kota Jayapura memiliki empat pos aktif, yaitu Pos Heram, Pos Abepura, Pos Pasar Youtefa, dan Pos Distrik Jayapura Selatan, serta pos utama Mako Damkar.
Namun, pihaknya masih kekurangan pos di wilayah Jayapura Utara dan Muara Tami.
“Kalau terjadi kebakaran di Muara Tami, jaraknya cukup jauh. Karena itu, pembangunan pos baru. “ungkapnya.
Terkait armada, Damkar memiliki tujuh unit kendaraan, terdiri dari tiga mobil suplai dan empat unit mobil pemadam. Namun, sebagian besar armada sudah berusia tua dan mobilitasnya tinggi.
“Karena kebakaran tidak terjadwal, setiap kendaraan wajib servis rutin. Bila ada gangguan usai turun ke lapangan, langsung masuk bengkel untuk perawatan. Armada tua dengan beban kerja tinggi pasti sering terkendala, jadi penambahan armada mutlak diperlukan,” jelasnya.
Sebagai upaya peningkatan pelayanan, Damkar juga telah menyurati sejumlah BUMN, termasuk Bank Mandiri dan Pertamina, untuk membantu penyediaan kendaraan pemadam berukuran sedang serta unit pemadam non-bahan cair. Hal ini guna mengantisipasi potensi kebakaran di pom bensin maupun kendaraan bermotor.
“Kami terus melakukan konsolidasi agar Damkar hadir di garda terdepan melayani masyarakat. Semangat ini sejalan dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, bahwa pelayanan harus benar-benar menyentuh masyarakat,”.Tutupnya.(redaksi)
Ditengah keterbatasan, Damkar Kota Jayapura selalu siaga
















