Paraparatv.id | Jayapura | Satuan Brigade Mobile Polda (Brimobda) Papua menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2025, pada Kamis (31/7/2025). Rakernis dibuka Wakapolda Papua, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mewakili Kapolda Irjen Pol Patrige Renwarin .
Dalam sambutannya, Kapolda Irjen Patrige Renwarin menegaskan bahwa Rakernis ini bukan sekadar agenda tahunan, bukan pula seremoni formalitas belaka. Rakernis adalah panggilan tanggung jawab sebuah forum strategis yang menjadi ruang konsolidasi kekuatan, evaluasi kinerja dan proyeksi taktis.
“Kita semua memahami bahwa tantangan keamanan di Papua, khususnya dalam konteks gangguan keamanan intensitas tinggi (GKIT),bukanlah tantangan biasa. Ia adalah ancaman luar biasa yang menuntut kesiapan luar biasa pula,” kata Patrige.
Oleh karena itu, kata Patrige, kehadiran Brimob di tengah masyarakat Papua bukan sekadar simbol kekuatan, melainkan manifestasi dari kehadiran negara yang membawa perlindungan, kepastian hukum, dan ketertiban umum.
Patrige menekankan bahwa Brimob harus menempatkan diri sebagai satuan elit yang adaptif terhadap tuntutan zaman. Namun, Brimob tetap teguh dalam prinsip, terlatih dalam taktik, dan mulia dalam etika.
“Presisi bukan hanya jargon, presisi adalah cara berpikir, cara bertindak, dan cara melayani. Dalam konteks asta cita, delapan visi besar pembangunan nasional Brimob memiliki peran sentral, terutama dalam mendukung agenda negara,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri sambutan, Patrige meminta Brimob meningkatkan profesionalisme kapabilitas satuan dan secara menyeluruh. “Jangan pernah merasa cukup dengan pencapaian hari ini, karena musuh yang kita hadapi adalah nyata, dan mereka terus berubah, terus berkembang,” tegasnya.
Patrige juga menekankan Brimob membangun sinergi yang kokoh dengan unsur tni, pemerintah daerah, serta tokoh adat dan masyarakat. Sebab, operasi keamanan tidak akan berhasil tanpa kolaboratif yang holistik.
Selain itu, Patsrige juga menekankan Brimob menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, disiplin, dan loyalitas kepada institusi dan konstitusi.
“Kemenangan Brimob bukan diukur dari jumlah peluru yang dilepas, tetapi dari keamanan yang pulih, masyarakat yang terlindungi, dan negara yang tetap tegak berdiri,” ujarnya.
Terakhir, Ia menekan Brimob manfaatkan teknologi dan data secara optimal. “Penanggulangan GKIT di era digital tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan fisik, tapi harus disertai kecerdasan informasi, sistem pengawasan modern, dan pengambilan keputusan yang berbasis data,” katanya.
Sementara itu, Dansat Brimobda Papua, Kombes Pol John H.S. Sitanggang, dalam laporan singkatnya menjelaskan bahwa Rakernis ini merupakan tindak lanjut dari Musrenbang Korbrimob Polri 2025.
“Maksud dan tujuan dilaksanakannya Rakernis ini adalah untuk mendapatkan informasi dan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas ke depan,” jelasnya.
Jhon menekankan setiap anggota Brimob harus memiliki Esprit de Corps mencakup seperangkat nilai, sikap, dan perilaku yang membentuk karakter, loyalitas, dan semangat kebersamaan anggota Polri sebagai kekuatan moral dan kultural institusi. (Er)


















