Example floating
Sosial Budaya

CSN Dorong Perubahan Mindset UMKM Lewat Pelatihan Kewirausahaan

411
×

CSN Dorong Perubahan Mindset UMKM Lewat Pelatihan Kewirausahaan

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id |Sentani| — Sebuah semangat baru menyala di Kantor Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, ketika puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari delapan kampung berkumpul dalam sebuah pelatihan kewirausahaan yang digelar oleh Yayasan Colo Sagu Nusantara (CSN). Pelatihan ini bukan sekadar berbagi tips berbisnis, tetapi lebih dalam dari itu: mengubah pola pikir.

Dalam kegiatan yang digelar Selasa pagi itu, Yayasan CSN menghadirkan narasumber utama yang dikenal luas di Papua sebagai motivator dan penggerak perubahan mental, Jose Ohee, atau akrab disapa Kaka Jose Motivator Papua. Ia membuka sesi pagi dengan materi yang tidak biasa: membedah akar budaya dan mentalitas orang asli Papua (OAP) dalam konteks kewirausahaan.

Menggugah Pola Pikir Lewat Pendekatan Budaya

Dalam paparannya, Kaka Jose menyoroti tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha Papua bukan sekadar minimnya dana atau keterampilan teknis, melainkan soal pola pikir dan pendekatan terhadap usaha itu sendiri.

“Sebelum kita bicara tentang teknik dan tips usaha, penting sekali menggugah cara berpikir. Orang Papua itu punya budaya berbagi yang luar biasa, tapi dalam dunia usaha, itu bisa jadi tantangan. Maka saya ajak peserta untuk melihat budaya bukan sebagai penghalang, tapi kekuatan yang perlu dikelola,” ujar Jose Ohee.

Menurutnya, budaya bisa tetap dipegang erat namun harus diseimbangkan dengan manajemen usaha yang sehat dan disiplin dalam pengelolaan keuangan.

“Kalau mama-mama Papua bisa kelola uang dengan baik, mereka bisa tetap berbagi, tapi usahanya tetap jalan. Masalahnya bukan tidak bisa, tapi mindset-nya perlu dibuka. Karena itu saya tidak datang sekadar kasih semangat, tapi mengajarkan cara berpikir yang benar agar motivasi tumbuh dari dalam,” jelasnya.

Jose juga menyinggung bahwa selama ini banyak pelatihan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, bahkan dana bergulir pun sudah diberikan, tetapi hasilnya belum maksimal karena eksekusi di lapangan sering terbentur oleh cara berpikir yang kurang tepat.

“Motivasi itu bukan teriak-teriak semangat. Kita butuh jenis motivasi yang membentuk cara berpikir. Kalau pikirannya benar, dia akan bisa jalankan usahanya meskipun modal kecil.”

Respon Peserta: ‘Kami Tidak Pernah Mendapatkan Pelatihan Seperti Ini’

Ketura Done, seorang pendamping distrik yang selama ini mendampingi mama-mama pelaku UMKM di delapan kampung, mengungkapkan apresiasi dan antusiasmenya terhadap materi yang disampaikan oleh Kaka Jose.

“Mama sangat tertarik. Karena biasanya pelatihan hanya seputar cara membuat atau menjual barang, tapi kali ini kami diajak memahami kekuatan dari dalam. Tidak pernah kami mendapatkan pelatihan seperti ini,” ungkap Ketura dengan nada penuh semangat.

Ia menyebut bahwa pelatihan ini membuka kesadaran baru bagi para pelaku UMKM bahwa mereka bisa berubah, bukan karena bantuan luar semata, melainkan karena kekuatan dan keinginan dari dalam diri sendiri.

“Kalau ada kemauan, kita bisa. Tapi kadang kasih yang terlalu besar membuat kami terlalu lunak. Maka materi tadi sangat menyentuh. Kami akan ambil inti dari apa yang disampaikan dan akan diterapkan ke delapan kampung yang kami dampingi.”

Suara Generasi Muda: Pelatihan yang Mengubah Cara Pandang Hidup

Tak hanya menyasar pelaku usaha yang sudah aktif, pelatihan ini juga menyentuh kaum muda. Salah satunya adalah Merlin Apasedanya, pemuda dari Kampung Yepase, yang merasa pelatihan ini memberi dampak besar terhadap cara ia melihat masa depan.

“Menurut saya kegiatan ini sangat mahal sekali. Mahal bukan karena uang, tapi karena nilainya. Selama ini kami anak muda belum pernah mendapat pandangan seperti ini. Ini membuka mata dan membentuk karakter kami,” ujar Merlin.

Ia menilai pelatihan ini sebagai investasi yang sangat penting untuk jangka panjang, terutama dalam membentuk keberanian anak muda untuk mengambil keputusan dan memulai sesuatu secara mandiri.

Langkah Strategis CSN: Membumikan Kewirausahaan Berbasis Budaya

Yayasan Colo Sagu Nusantara (CSN) melalui kegiatan ini menunjukkan pendekatan yang lebih holistik dalam pengembangan UMKM di Papua. CSN meyakini bahwa pembangunan ekonomi masyarakat Papua harus dimulai dari mental dan budaya yang sudah ada, bukan menyalin begitu saja pola dari luar.

Dengan menjadikan budaya sebagai fondasi dan bukan penghambat, CSN berupaya memunculkan model kewirausahaan yang kontekstual, relevan, dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Melalui pelatihan semacam ini, harapannya masyarakat di Distrik Depapre mampu membangun kemandirian ekonomi yang tidak tercerabut dari akar identitas mereka, melainkan justru menjadikannya kekuatan utama dalam menghadapi persaingan usaha. (Arie)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *