Paraparatv.id | Jayapura | Badan Gizi Nasional (BGN) akan meresmikan satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mandiri di Kabupaten Jayapura sebagai bagian dari program yang bertujuan meningkatkan status gizi anak-anak dan ibu hamil.
Pendamping Mitra Sukses BGM Bagus Septyan Tri di Jayapura, Senin, mengatakan untuk di Provinsi Papua baru satu yayasan dapur MBG yang terdaftar yakni di Kabupaten Biak Numfor.
“Akan ada dapur-dapur lain salah satunya ini di Kampung Harapan Kabupaten Jayapura, Papua dengan nama Yayasan Teker Harapan Papua,”ucapnya
Menurut Bagus, pihaknya akan terus mendorong yayasan lokal lainnya untuk hadir di Papua.
“Yayasan Teker Harapan Papua sendiri rencananya akan di resmikan pada 2025 namun kami berharap September sudah berjalan,”pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Komandan TKN Millenial Prabowo-Gibran, Wawan Sugiyanto, berharap program MBG di Papua tetap disesuaikan dengan nilai-nilai kearifan lokal.
“Saya pikir apa yang dilakukan Ibu Hesty dan tim bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda. Mereka tidak hanya mengajukan diri sebagai mitra, tapi juga memiliki semangat untuk membangkitkan ketahanan pangan melalui dapur gizi,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Teker Harapan Papua, Hesty Imelda Kere, menyambut baik peluncuran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, program ini membuka peluang besar untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Ini hal yang baik sekali, kita perlu mencermati segala mekanisme dengan baik dan melihat peluang lainnya yang akan memberikan efek pada peningkatan ekonomi masyarakat”, ujarnya pada kegiatan Ngobrol Santai Bersama Jurnalis Papua seputar Program MBG, bertempat di Café Hangover Jayapura, pada Senin (12/5).
Yayasan Teker Harapan Papua saat ini tengah mempersiapkan pembangunan dapur gizi mandiri pertama di Papua yang dikelola secara mandiri. Dapur ini sedang memasuki proses verifikasi faktual sebagai syarat kemitraan dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami sendiri pernah langsung mengunjungi dapur gizi mitra BGN di Jakarta yang sudah berjalan, mulai dari standar dapur dan kesehatan hingga pengelolaannya karena tidak ingin terjebak dalam informasi yang simpang siur”, terang Ketua Yayasan yang juga kesehariannya berprofesi sebagai Jurnalis ini menjelaskan.
Sebagai informasi, dapur gizi ini dirancang untuk melayani sekolah-sekolah di Distrik Sentani Timur dan seputaran Danau Sentani. Yayasan Teker Harapan juga tengah menjajaki kemitraan dengan masyarakat lokal sebagai pemasok bahan pangan untuk dapur gizi tersebut.
Marthen Ohee Ondo Kampung Asei menyampaikan bahwa mendukung adanya dapur Makanan Bergizi Gratis(MBG) dalam menjaga ketahan pangan.
“Di wilayah Kampung adat saya, sekaligus bisa mempersiapkan lapangan pekerjaan masyarakat saya. Dan bukan di wilayah adat saya saja, tapi di seluruh masyarakat Sentani apalagi mama- mama yang akan di pekerjakan di dapur MBG.(Redaksi/VN)
















