Example floating
Sosial Budaya

75 Tahun PGI, Constant Karma Tekankan Pentingnya Menjaga Hutan, PGI Dengungkan Cinta Alam di Perayaan HUT ke 75 Tahun

188
×

75 Tahun PGI, Constant Karma Tekankan Pentingnya Menjaga Hutan, PGI Dengungkan Cinta Alam di Perayaan HUT ke 75 Tahun

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Panitia HUT PGI ke-75, Constant Karma menyerahkan bibit pohon cemara kepada peserta

Paraparatv.id | Jayapura | Persekutuan Gereja Gereja Di Indonesia (PGI) menggelar bakti sosial tanam pohon dalam rangka HUT PGI ke 75 tahun. Bakti sosial mengusung Tema Kesatuan Tubuh Kristus Yang Tangguh dan Relevan.

Sebanyak 750 pohon cemara ditanam di sepanjang sisi kanan jalan menuju Pantai Holtekamp, Jayapura.

Wakil Ketua Panitia HUT ke-75 PGI, Constant Karma menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini. Dimana semua harus terus mendukung mendoakan agar hutan Papua dipelihara dengan baik.

Ia mengatakan pentingnya peran gereja tidak hanya dalam bidang spiritual, tetapi juga pelestarian lingkungan dan tugas.

“Gereja-gereja dalam memelihara lingkungan alam ini sama dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhan,” katanya.

Sebenarnya hutan hutan ini bisa dimanfaatkan, namun harus terencana dengan baik, bukan tidak boleh. Artinya, tidak membabi buta membuka hutan, tanpa ada peremajaan.

“Harus ada peremajaan-peremajaan hutan, sehingga hutan terpelihara dengan baik. Jadi dalam rangka kita memperingati hari ulang tahun PGI yang ke 75 ini mengingatkan kita kembali untuk tanggung jawab kita untuk memelihara hutan memperjuangkan keberadaan hutan untuk kehidupan banyak orang dan kehidupan alam ciptaan Allah ini,” ujarnya.

Ia mengapresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini.

Sementara itu, Pdt. Ronald Tapilatu mewakili PGI menjelaskan alasan penanaman pohon ini masuk dalam agenda untuk merayakan HUT PGI ke 75 tahun.

Alasannya karena kegiatan penanaman ini adalah sebuah kegiatan untuk mengingatkan semua orang mengenai tanggung jawab.

“Semua orang yang ada di Papua atau dimana saja upaya perlindungan dan pelestarian terhadap hutan. Karena Hutan di Papua ini adalah hutan yang punya kontribusi besar terhadap penyelamatan paru-paru dunia,” katanya.

Berdasarkan hasil konferensi perubahan iklim internasional, seperti COP-13 di Kopenhagen dan Bali Action Plan, Papua dan Aceh ditetapkan sebagai wilayah yang perlu diselamatkan demi menyelamatkan paru-paru dunia.

Agenda ini adalah bagian dari kampanye untuk perlindungan dan pelestarian di Papua yang menjadi salah satu Hutan di Indonesia yang punya kontribusi besar untuk penyelamatan paru-paru dunia.

Selain itu, langkah ini juga sebagai peningkatan kepada semua masyarakat.

“Mari kita bersama-sama dengan gereja dan juga warga gereja harus menjadi komitmen yang begitu besar dan kuat untuk menjaga dan melestarikan hutan itu penting,” ajaknya.

Koordinator Bakti Sosial, Pdt. Morets Belwawin mengatakan bahwa sebagai Gereja tentu bertanggungjawab untuk alam ini sebagai ciptaan Tuhan.

Dan pada momentum perayaan HUT ke 75 Tahun PGI, kegiatan dilakukan dalam rangka perhatian kepedulian bagi ciptaan Tuhan semesta ini khususnya alam Papua yang begitu indah.

“Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan alam ini dengan berharap sampai anak cucu kita Papua tetap lestari alamnya,” ucapnya.

Aksi ini menjadi rangkaian kegiatan menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang diperingati pada 25 Mei mendatang.

Kegiatan ini melibatkan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Papua, sejumlah Satuan Karya (Saka), Kwartir Ranting (Kwaran), serta berbagai denominasi gereja. Turut mendukung kegiatan ini adalah PGI, Sicakab, dan Socakab, PAM GKI Pniel Kota Raja, PAM GPI Elim Abepura. (Er)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *