Example floating
BERITA

Upaya Peningkatan Kapasitas di Berbagai Daerah, PT AM Jayapura Terima Kunjungan Bappenas dan USAID

542
×

Upaya Peningkatan Kapasitas di Berbagai Daerah, PT AM Jayapura Terima Kunjungan Bappenas dan USAID

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | PT Air Minum Jayapura (PTAMJ) menerima kunjungan tim gabungan United States Agency International Devlopment (USAID) yang telah menjalin kerja sama selama 10 tahun melalui IUWASH plus dan Tangguh.

Direktur Utama PT Air Minum Jayapura, Dr. H. Entis Sutisna, SE, MM, CGRM mengatakan sudah 10 tahun pihaknya telah menjalin kerja sama dengan USAID dan kerjsama tersebut difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas).

“Selama 10 tahun terakhir, USAID melalui program IUWASH Plus dan Tangguh telah memberikan pendampingan yang signifikan kepada kami, kerjasama ini difasilitasi oleh Bappenas dan menjadi kebanggaan serta bentuk kepercayaan terhadap PDAM Jayapura,” Ucap Entis Sutisna kepada Awak Media di Kantor PT. AM Jayapura, Kamis (12/9).

Entis Sutisna menjelaskan bahwa bantuan USAID bukan dalam bentuk fisik, melainkan pengembangan kemampuan dan keterampilan karyawan, “Kami mendapatkan pendampingan dan pelatihan terkait sistem informasi geografis. Hasilnya, 90% jaringan perpipaan, instalasi, dan reservoar kami sudah terdigitalisasi,” jelasnya

Menurut Entis, digitalisasi ini dinilai sebagai prestasi yang membanggakan dan telah mendapat apresiasi dari USAID. hal ini memudahkan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan pengaduan dan mobilisasi personil.

“Kerjasama tersebut untuk menurunkan angka kehilangan air. Saat awal saya menjabat, angka kehilangan air mencapai 40%. Kini sudah turun menjadi 38%, dan kami optimis bisa menurunkannya hingga 2%,” ungkapnya.

Masih ada tantangan dalam hal pasokan air. Selama 25 tahun terakhir, distribusi air memang belum maksimal karena belum ada penambahan kapasitas produksi,”Namun, kami optimis dapat meningkatkan pelayanan untuk 1000 rumah setiap tahunnya,”ujarnya

Entis juga menyampaikan bahwa rencana PT Air Minum Jayapura untuk mencari sumber air baru.

“Target kami adalah memiliki sumber air baru pada tahun 2024 atau 2025. Dengan adanya sumber air baru, kami berharap keluhan masyarakat akan berkurang,” Ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti mengatakan, kunjungan ke PT AMJ bertujuan untuk membahas dukungan USAID dalam pengembangan Sistem Informasi Geografis guna meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, pemetaan pelanggan, dan deteksi kebocoran air dan berdiskusi terkait rencana integrasi layanan air bersih dan air limbah domestik.

“Kami ingin memastikan kualitas air minum yang disediakan PDAM terjaga dengan baik, mulai dari sumber hingga ke titik-titik pantauan,” Ucap Virgiyanti.

Ia menjelaskan bahwa program kerjasama yang telah berlangsung selama 10 tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas PDAM di berbagai daerah, termasuk Jayapura.

“10 tahun lalu, banyak PDAM menghadapi masalah seperti sambungan rumah yang terbatas, kebocoran pipa yang tinggi, bahkan tidak memiliki peta jaringan perpipaan. Kami membantu mereka memahami jaringan, melakukan investasi, dan meningkatkan kualitas layanan,” Jelasnya.

Meskipun ada kemajuan akan tetapi masih ada tantangan yang dihadapi, terutama dalam hal aliran air,”Idealnya, layanan air harus tersedia 24 jam sehari, dengan toleransi berhenti hanya sehari dalam setahun,” Ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tantangan lain yang disoroti adalah cakupan layanan yang masih terbatas dari segi kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar.

“Masyarakat sudah mulai membandingkan dengan harga air galon yang ternyata dua kali lipat lebih mahal dari tarif PDAM. Media bisa membantu mengedukasi bahwa air PDAM sebenarnya lebih terjangkau dan aman dibandingkan sumber air lain yang kualitasnya tidak terjamin,” Ujarnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *