Paraparatv.id | Sentani | Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Bandara Sentani Konsisten menjalankan program Gerakan Baca Tulis (Gabus).
Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Bandara Sentani, Aiptu Abang, SH dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini menyampaikan, program Gabus merupakan salah satu program yang sangat baik untuk mengentaskan buta aksara di Kabupaten Jayapura.
Karena menurutnya, dengan dijalankannya program tersebut, pihak kepolisian dapat turut serta membantu pendidikan anak usia dini yang ada di Kabupaten Jayapura.
Selain untuk membantu anak-anak usia dini, Program Gabus juga menyasar kepada seluruh masyarakat kurang mampu yang ingin mendapatkan pendidikan dasar.
“Tujuan utamanya untuk mengentaskan buta aksara, bukan hanya anak-anak usia dini tetapi juga kepada masyarakat kurang mampu ataupun anak putus sekolah yang ingin belajar” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Rabu (31/07).
Ditambahkannya, bagi anak putus sekolah dan masyarakat kurang mampu ke depan pihaknya akan mengeluarkan Sukma (Surat Melek Aksara) yang dapat digunakan untuk mengikuti ujian persamaan baik Paket A, B dan C.
Dirinya juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan ruang kepada anak-anak putus sekolah untuk bisa mengikuti ujian paket karena para peserta Gabus sangat antusias untuk bisa mewujudkan cita cita mereka.
Lebih jauh dikatakannya, dengan pelajaran tambahan diluar sekolah bagi anak anak yang saat ini duduk dibangku sekolah terutama kelas Sekolah Dasar berharap dapat lebih cepat bisa membaca dan menulis dengan lancar.
Untuk diketahui, Program Gabus ini mendapatkan antusias yang baik oleh seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura.
Untuk di Kota Sentani sendiri terdapat beberapa rumah baca dan juga rumah belajar yang didirikan khusus untuk mendukung program ini.
Salah satu rumah baca itu beralamat di Jln. Durian Komba bertempat kediaman ibu guru Agustina Felle.
Rumah belajar ini sendiri telah memiliki sedikitnya 21 orang murid dari berbagai jenjang pendidikan baik kelompok bermain, siswa usia Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan juga Sekola Menengah Atas (SMA). (Redaksi)

















