Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Aksi Vandalisme Terjadi di Cagar Budaya ‘DUMKULAP’ Kampung Bring

665
×

Aksi Vandalisme Terjadi di Cagar Budaya ‘DUMKULAP’ Kampung Bring

Sebarkan artikel ini
Ondoafi Kampung Bring, Frans Nian saat menunjukan salah satu fasilitas yang dirusak oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Example 468x60

Paraparatv.id |Sentani| – Aksi vandalisme atau pengrusakan yang dilakukan oleh oknum warga terjadi di di Cagar Budaya Yansu Dhem, Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura.

Pengrusakan yang diduga secara sengaja oleh oknum warga itu dilakukan pada tiang papan nama dari situs budaya yang konon dipercaya sebagai cikal-bakal peradaban dunia.

Melihat hal itu, Ondoafi Kampung Bring, Frans Nian mengaku sangat geram atas perbuatan dari oknum warga tersebut.

Menurutnya, siapapun tidak berhak untuk merusak atau mengotori semua hal yang ada di sekitaran cagar budaya tersebut.

Apalagi menurutnya pembangunan cagar budaya itu merupakan hasil swadaya dari seluruh masyarakat yang ada di Kampung Bring.

“Papan nama ini baru kita pasang dua hari. Tapi saya dapat laporan dari anak-anak saya kalau ada yang potong tiangnya” kata Ondo Frans Nian kepada paraparatv.id, Sabtu (18/05).

Bukan hanya tiang dari papan nama itu saja yang dirusak oleh oknum warga tersebut. Kata Ondo Frans, sejumlah tanaman yang dia dan anak-anaknya tanam di sepanjang jalan masuk tugu itu juga di cabut oleh oknum warga tersebut.

“Inikan keterlaluan, pisang yang kita tanam ini supaya bisa menjadi penanda untuk jalan masuk ke dalam tugu batu kunci. Karena nanti kita akan buatkan jalan agar semua kendaraan bisa masuk saat tugu ini kita resmikan nanti” ucapnya.

Oleh sebab itu dirinya meminta agar oknum yang telah melakukan aksi vandalisme terhadap fasiltas pendukung dari tugu batu kunci itu untuk segera meminta maaf dan bertanggungjawab atas perbuatannya.

Ditambahkannya, jika yang bersangkutan tidak meminta maaf maka dirinya akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Lebih jauh dikatakannya, tugu batu kunci yang konon di percaya merupakan cikal-bakal peradaban dunia bagi masyarakati di wilayah Lembah Grime ini rencanya akan diresmikan pada tanggal 13 Juli mendatang.

Oleh sebab itu, saat ini secara swadaya Ondo Frans Nian beserta seluruh masyarakat yang ada di Kampung Bring secara swadaya melakukan semua persiapan untuk peresmian tempat bersejarah itu.

“Untuk peresmian, walau secara swadaya. Kami bisa pastikan bahwa nanti orang-orang besar dan petinggi Negara akan datang untuk menghadiri peresmian tempat ini. Karena peradaban bangsa-bangsa mulai dari tempat ini” tutupnya. (Arie) 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *