Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Demokrat Tantang Penyelenggara Pemilu Buka Data C Hasil

60
×

Demokrat Tantang Penyelenggara Pemilu Buka Data C Hasil

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jayapura, Frangklin E Wahey S.Sos, MKP.
Example 468x60

Paraparatv.id |Sentani| Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Jayapura, Frangklin Wahey menuturkan bahwa pihaknya menemukan adanya penggelembungan suara bagi beberapa partai di sejumlah distrik yang ada di Kabupaten Jayapura.

Dalam sambungan telepon Frangklin mengungkapkan bahwa dari sekian banyak partai yang mengikuti Pemilu di Kabupaten Jayapura, hanya Partai Demokrat saja yang menempatkan saksinya di 568 TPS yang tersebar di 19 distrik di daerah itu.

“Saksi paling lengkap itu adalah saksi dari Partai Demokrat dan semua tersebar di 19 distrik. Dari data C Hasil yang di pegang oleh Demokrat, partai kita berhasil meraih 5 kursi. Setiap dapil satu kursi, hal itu bisa kita buktikan dengan hasil perhitungan yang ada pada C Hasil” kata Frangklin saat menghubungi paraparatv.id, Minggu (17/03) malam.

Kata Frangklin, pihaknya menemukan adanya pendongkrakan atau penggelembungan suara yang sangat signifikan untuk beberapa partai tertentu.

Lebih jauh dikatakannya, temuan ini sangatlah merugikan partai politik lain yang ikut berlaga dalam pesta demokrasi tahun 2024, termasuk partai Demokrat.

“Contohnya untuk di Dapil Tiga, Distrik Sentani Timur itu, Perindo sudah jelas suaranya dimenangi oleh Daud Batty, tetapi kok bisa suaranya ditambah lagi hingga seribu suara ini adalah pelanggaran. Pemilu damai seperti apa yang dimaksud kalau penuh kecurangan seperti ini. Saya pikir Bawaslu Kabupaten Jayapura harus segera menseriusi persoalan yang terjadi ini”

“Begitu juga di Ebungfau, yang sudah jelas kita dapat disana. Suara Golkar di Ebungfau itu 69 tetapi kenapa bisa tiba-tiba naik jadi 445 suara. Di Waibu juga sama, Partai Nasdem,  PKS dan Golkar di dongkrak abis-abisan disana. Sehingga mereka bisa naik dan masuk dalam perangkingan. Ini sangat merugikan partai lain. Saya lihat yang rugi adalah PDIP dan Demokrat” ungkapnya.

Lebih jauh Frangklin menambahkan, untuk dapil 5 Kabupaten Jayapura khususnya di Kaureh pihaknya menemukan hal yang tidak wajar.

Hal yang menurutnya tidak wajar itu adalah, Kaureh merupakan basis dari DPC Partai Demokrat Kabupaten Jayapura dan bagaimana mungkin di Pleno tingkat Kabupaten Partai Demokrat tidak mendapatkan satu suara pun dari wilayah itu.

“Kaureh ini basisnya Demokrat. kita dapat suara yang begitu banyak disana tetapi kenapa tiba-tiba suara itu lenyap semua. Tidak sesuai dengan C Hasil yang kita pegang. Kita lihat partai yg selama ini tidak pernah dapat suara hari ini mereka bisa dapat kursi inikan gila”

“Untuk itu sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jayapura, saya meminta kepada bawaslu untuk serius menangani persoalan ini” tambahnya.

Menurutnya, suara rakyat adalah Suara Tuhan, jangan hanya karena ulah dan kepentingan oknum penyelenggara yang tidak profesional, tidak netral dan lebih mengutamakan KKN sehingga Pemilu ini dapat merugikan semua pihak.

Oleh sebab itu Frangklin meminta agar KPU dan Bawaslu dapat menseriusi masalah ini dan sesegera mungkin dapat mengembalikan hak partai politik yang lahir dari rakyat.

“Mari kita sandingkan C Hasil dari Parpol dan C Hasil dari KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara hingga hasil pemilu di Kabupaten Jayapura dapat berjalan dengan baik. Saya mau sampaikan bahwa, kalau kita mau baku bongkar semua DPR RI sampai DPR Provinsi kita bisa bongkar fakta dan data. Jangan kalian mengamankan kepentingan kalian lalu korbankan kita” pungkas Frangklin. 

Frangklin juga menegaskan, jika tidak persoalan ini tidak diselesaikan oleh KPU Kabupaten Jayapura hingga tanggal 19 Maret mendatang maka pihaknya akan mendesak KPU Provinsi Papua untuk mengambil alih dan menyelesaikan persoalan yang terjadi ini. (Arie)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *