Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAHeadline

Papua Capai Sasaran Inflasi Tiga Plus Minus Satu Persen di Tahun 2023

386
×

Papua Capai Sasaran Inflasi Tiga Plus Minus Satu Persen di Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Jayapura | Pencapaian inflasi di Papua yaitu di Jayapura, Merauke dan Timika di dalam konteks Papua masih besar untuk tahun 2023 ada dalam rentang target nasional 3±1 persen atau diantara 2 sampai 4 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Tim Implementasi KEKDA Bank Indonesia Papua, Dadung Tri Marsetyo saat kegiatan bincang bincang media di Jayapura, Rabu (17/1/2024).

“Hasil inflasi yang mencapai target ini merupakan hasil koordinasi dan sinergi yang kuat dari berbagai pihak melalui Pemda, TPIP-TPID dalam mengendalikan gejolak harga dan juga stakeholder lain termasuk media,”ucapnya

Ia menambahkan, tentang perekonomian Papua untuk Papua masih bergabung antara Papua Induk, Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan jadi Papua memberi kontribusi di Sulampua sebesar 15 persen,”Jadi masuk di tingkat nomor tiga di antara Provinsi yang lain kita ada di bawah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, kalau secara nasional kita ada di tingkat 15 dengan kontribusi atau pangsa sebesar 1,5 persen,” Ujarnya

Dari sisi pertumbuhan ekonomi produk domestic regional bruto (PDRB) di 2023 targetnya 3,5 – 4,5 persen ini nanti hasilnya baru akan diketahui pada bulan Februari nanti untuk tahun 2023, sampai hari ini belum keluar, tetapi untuk target inflasi sebesar 3 plus dan kita sudah mencapai target.

“Tahun 2024 harapannya proyeksi pertumbuhan ekonomi itu akan mencapai 5,25 sampai 6,25 dengan target inflasi yang lebih rendah yaitu sebesar 2,5 ± 1 persen pada 2024 merupakan target secara nasional di papua, kalau boleh dirangkum dengan kata lain bahwa perekonomian Papua di 2024 ini akan lebih baik dibandingkan di tahun 2023,”pungkas Dadung

“Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat berimbang berkelanjutan dan inklusif ada dua faktor yang perlu dicapai yaitu inflasi yang rendah dan stabil juga struktur perekonomian yang kuat yang didorong dengan sinergi dan optimisme, kemudian didukung dengan digitalisasi dan pembangunan berwawasan lingkungan, “jelasnya.

Sinergi mendorong UMKM, ekonomi dan keuangan syariah ada beberapa hal yang sudah dan akan terus dilakukan antara lain pelatihan budidaya dan pasca panen, pendampingan sertifikasi halal, pengembangan ekonomi pesantren, pengembangan industri kreatif (IKRA) penyelenggaraan pameran juga peningkatan produksi dan skala usaha digitalisasi UMKM dan ekspor secara mandiri ini beberapa hal yang juga menjadi program kerja maupun capaian Bank Indonesia Papua di 2023 dan akan dilanjutkan di 2024.

Untuk diketahui di penghujung tahun 2023 ada beberapa penghargaan yang diraih antara lain TP2DD Kota Jayapura sebagai TP2DD Kota terbaik se-Indonesia, Kas titipan merauke (BPD Papua) sebagai kastip terbaik wilayah 3T dan Pemda dengan predikat digital (7 Pemda), Pemda dengan predikat maju (7 pemda). (VN)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *