Example floating
BERITA

Masyarakat Wouma Dukung Pembangunan Kantor Gubernur di Walesi

588
×

Masyarakat Wouma Dukung Pembangunan Kantor Gubernur di Walesi

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id |Wamena| Masyarakat Kampung Wouma mendukung pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya.

Hal ini disampaikan oleh Tokoh Intelektual Wouma, Manu Ikinia dalam keterangan tertulisnya yang diterima paraparatv.id, Rabu (15/11).

Kata dia, pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan di Distrik Walesi dipandanh sangat perlu. Karena menurutnya Distrik Walesi adalah lokasi yang sangat strategis.

Oleh sebab itu, dia memohon sekiranya Penjabat Gubernur Papua Pegunungan dapat menyediakan waktu untuk bisa duduk bersama masyarakat yang ada di Wouma dan Walesi.

“Kami masyarakat Wouma ingin duduk bersama dengan PJ. Gubernur Papua Pegunungan guna berbicara langsung dengan kami agar keluhan-keluhan masyarakat yang selama ini yang rindu pembangunan di Papua pegunungan bisa didengar langsung oleh PJ. Gubernur” kata Manu.

Dia menjelaskan, aksi demonstrasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, bukanlah untuk menolak Pembangunan Kantor Gubenur Papua Pegunungan di Walesi.

Tetapi agar masyarakat di Wouma dan Walesi dapat diperhatikan dari sisi pembangunan, namun aksi yang digelar itu telah diplintir oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang menyebut bahwa masyarakat menolak pembangunan.

“Kami melakukan demo bukan menolak pembangunan kantor gubernur di Walesi namun selalu di tuduh menghalangi pembangunan kantor tersebut”

“Tanah Wouma dan Walesi adalah tanah produktif untuk perkebunan masyarakat dan semua masyarakat dari luar walesi dan Wouma juga bercocok tanam di sana” ucapnya

Diungkapnya, ada 8 suku yang ada di Wouma, setiap suku memiliki tatanan adat yang berbeda.

“Kami ingin berbicara langsung dengan PJ. Gubernur Papua pegunungan namun selalu dihalangi sehingga kami mencurigai penjabat provinsi mendapat tekanan dari pemerintah pusat”

“Kami hanya ingin berbicara secara terbuka dengan PJ. Gubernur, kami tidak ingin menjual tanah kami karena kami berpegang teguh pada adat kami takut ada musibah di keluarga kami dengan menjual tanah bisa mengakibatkan kematian pada keluarga kami” tambahnya.

Kata dia, jika permasalahan ini selesai maka pihaknya rela menghibahkan tanah untuk pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan. (Arie)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *