Paraparatv.id |Jayapura | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kota Jayapura menggelar Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa tahun 2023, di salah satu hotel di Jayapura, Rabu (25/10).
Kegiatan yang diikuti oleh 112 peserta terdiri dari 14 kampung, sekretaris kampung, kepala urusan dan kepala seksi.
Kasie. Pembinaan dan Pengawasan Administrasi pada DPMK Kota Jayapura, Heida menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mewujudkan pemerintahan yang baik.
“Tujuannya untuk mewujudkan aparatur yang memahami regulasi penyelenggaraan pemerintahan , pengelolaan keuangan desa maupun pelaksanaan dan pengawasan pembangunan, meningkatkan SDM serta kedisiplinan Aparatur Desa, mewujudkan aparatur desa yang berinovasi,”jelasnya.
Asisten II Bidang Setda Kota Jayapura, B.Widhi Hartanti
sekaligus membuka kegiatan mengatakan Pemerintah kota Jayapura terus mendorong peningkatan kapasitas aparat kampung untuk memanfaatkan teknologi dalam mempermudah pelayanan kampung kepada masyarakat kampung dengan berkolaborasi pada dinas komunikasi dan informasi kota Jayapura.
“Saya berharap lewat peningkatan kapasitas aparatur kampung se kota Jayapura akan mantapkan pelayanan para aparatur kampung kepada warga kampung itu sendiri yang berkualitas dengan pemanfaatan teknologi saat ini serta optimalisasi penggunaan anggaran kampung sesuai bidang prioritas di 14 kampung yang ada di kota Jayapura,”ucapnya
Kepala DPMK Kota Jayapura Makzi L. Atanay mengatakan, kegiatan Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dalam rangka untuk mempersiapkan aparatur mengetahui tentang tugas bekerja secara semaksimal mungkin, sesuai dengan tugas, fungsi dan siap melayani masyarakat.
“Selalu berupaya terus meningkatkan SDM karena ketika SDM yang siap maka tentu pelayanan akan berlangsung dengan baik. Kita akan mendampingi mereka terkait dengan pengelolaan keuangan, kita berharap dengan kegiatan ini dari aspek keuangan tertib sesuai dengan standar yang ada, digitalisasi perlu dibangun supaya setiap kegiatan pembangunan di kampung termasuk pengelolaan keuangan dan seterusnya harus transparan,”tutup Makzi.(VN)

















