Example floating
Kesehatan

Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi, Siapkan Bidan Pelayanan KB di Provinsi Papua

564
×

Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi, Siapkan Bidan Pelayanan KB di Provinsi Papua

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Drs. Nerius Auparai, M.Si, saat foto bersama setelah menutup kegiatan dengan Peserta Pelatihan dan Tim Fasilitator, di Hotel Horison Abepura Padang Bulan, Sabtu (7/10).

Paraparatv.id | Jayapura | Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua menggelar pelatihan pelayanan kontrasepsi bagi bidan di Fasyankes angkatan ke – 2 Tahun 2023, di Hotel Horison Abepura Padang Bulan Jayapura Papua, Sabtu (7/10).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Drs. Nerius Auparai, M.Si, mengatakan pelatihan pelayanan kontrasepsi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan KB lebih maksimal.

---

“Tujuannya adalah agar mereka terampil memberikan pelayanan kontrasepsi. Dan meningkatkan kualitas provider dalam pelayanan kontrasepsi sesuai dengan standar pelayanan,”ucapnya

“Pelatihan ini sudah dilakukan sebelumya, dan yang sekarang ini adalah angkatan ke dua. Yang dilatih semua pelayanan kontrasepsi mulai dari pasang IUD, implan, termasuk kontrasepsi jangka pendek Suntik KB 3 bulanan, Pil KB, dan Kondom,” tuturnya.

“Pelayanan kontrasepsi di Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan dan juga Provinsi Papua sendiri minat untuk menggunakan kontrasepsi cukup tinggi terutama yang menggunakan suntik itu cukup tinggi di Provinsi Papua penggunaannya, termasuk yang menggunakan alat kontrasepsi pil tetapi Implan juga cukup tinggi,”tuturnya

Lanjut ia menambahkan untuk alat kontrasepsi IUD untuk peminatnya masih kurang masih perlu di sosialisasikan terus.

“Khusus untuk masyarakat di Papua terutama ibu-ibu memang ada alasan minder untuk menggunakan IUD karena kecuali dipasang pada saat dia melahirkan, tapi kalau sudah selesai melahirkan harus tunggu 40 hari dulu baru kembali dilayani dia sudah tidak mau karena dia tidak mau dilihat oleh orang lain kecuali suaminya sendiri, hal-hal seperti ini yang membuat untuk penggunaan kontrasepsi IUD peminatnya agak kurang di Provinsi Papua tapi setiap bulan ada pelayanan,”Ungkap Nerius

“Setiap ibu-ibu yang datang harus di konseling betul-betul apalagi yang jumlah anaknya banyak dan masih kecil-kecil artinya anak pertama baru lahir belum cukup satu tahun dia hamil lagi ini perlu pendampingan karena salah satu cara untuk mengurangi angka prevalensi stunting,”ujarnya

“Harapan saya bagi ibu-ibu yang ingin mempunyai keturunan terutama ialah harus mengatur jarak kelahiran, jadi penggunaan alat KB itu bukan membatasi kelahiran tetapi mengatur jarak kelahiran antara anak pertama kedua dan seterusnya sehingga ibu itu setelah melahirkan anak pertama nanti kondisinya sehat dulu kuat dulu, rahim ibu sudah kembali normal dan anaknya sudah umur 2 tahun lebih dulu baru merencanakan anak berikutnya. Program KB di Papua itu tidak melarang orang mempunyai anak atau membatasi punya anak tetapi lebih untuk mengatur jarak kelahiran agar ibu sehat kandungannya siap untuk hamil, anak balita sudah mendapatkan pendampingan dan asupan gizi yang baik itu yang utama,”tutupnya

Kegiatan pelatihan angkatan ke 2 berjumlah 15 orang dan diikuti oleh 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Nabire, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Biak, Kabupaten Supiori, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mimika, Kabupaten Waropen dan Kabupaten Sarmi dan semuanya dinyatakan lulus dan berkompeten untuk siap melayani Pelayanan KB di Tempat kerjanya masing-masing.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *