Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
KABAR SENTANIPeristiwa

Datangi Kantor Bupati Jayapura, Ratusan Honorer Pertanyakan Nasib Mereka yang tidak Ikuti ujian Computer Assisted Test 

×

Datangi Kantor Bupati Jayapura, Ratusan Honorer Pertanyakan Nasib Mereka yang tidak Ikuti ujian Computer Assisted Test 

Sebarkan artikel ini
Puluhan honorer ketika mendatangi Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin, 25 September 2023
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Kantor Bupati Jayapura di datangi puluhan tenaga honorer yang ingin mempertanyakan nasib mereka yang tidak diakomodir menjadi CPNS di lingkungan Pemkab Jayapura, yang saat ini telah dilaksanakan ujian Computer Assisted Test (CAT) bagi 817 orang Tenaga Eks TH.K2 dan Tenaga Kontrak di lingkungan Pemkab Jayapura.

Didampingi Ketua Forum Peduli Kemanusiaan (FPK) Kabupaten Jayapura Menasse Bernard Taime dan salah satu tokoh pemuda yang juga aktivis Aris Kreuta, mereka mempertanyakan kapan mereka bisa pengangkatan dan ikut ujian CPNS di lingkungan Pemkab Jayapura yang berjumlah 183 orang.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan kenapa honorer yang belum lima tahun bekerja dan bahkan tidak pernah bekerja sebagai honorer bisa masuk dalam pengangkatan dan mengikuti ujian CAT CPNS dan PPPK.

Kepada wartawan, Theo Zakaria salah seorang tenaga honorer di Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura yang telah bekerja lebih dari 5 tahun itu, ia merasa ketidakadilan dirasakan di dirinya, karena tidak diakomodir dalam 817 orang yang telah dinyatakan lulus seleksi dan ikut ujian CAT.

Apalagi dalam aksi ini, FPK Kabupaten Jayapura malah dianggap yang memprovokasi aksi dari puluhan honorer ini.
Sehingga, ia mengklarifikasi langsung bahwa aksi ini dilakukan murni spontanitas dilakukan oleh para tenaga honorer yang telah bekerja lebih dari 5 tahun. Namun, namanya tidak diluluskan, sehingga dari Forum Peduli Kemanusiaan (FPK) Kabupaten Jayapura memfasilitasi para tenaga honorer ini untuk bertemu Pj Bupati Jayapura, untuk mempertanyakan nasib mereka, apakah bisa diterima dengan adanya sisa kuota 183 orang yang belum terisi, karena kuota di Kabupaten Jayapura ada 1.000 orang yang diterima menjadi CPNS.

Untuk itu, dirinya berharap aspirasi dari tenaga honorer yang tidak lolos seleksi ini bisa diterima dan ditindaklanjuti. Supaya keadilan ini ada dan bagi oknum-oknum honorer yang lolos diterima tidak bekerja kurang dari 5 tahun, juga harus dilakukan kroscek kenapa bisa dapat SK dan lolos ini dari mana sumbernya.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Kemanusiaan (FPK) Kabupaten Jayapura, Menasse Bernard Taime mengakui aksi ini adalah murni dari rasa ketidakadilan yang dirasakan para tenaga honorer, yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun terus ditambah lagi ada ujian CAT bagi yang lulus seleksi dan diterima dalam pengangkatan.

“Tentunya, mereka tambah sakit hati, karena selama ini mereka tidak pernah ada seperti ini. Dan, untuk aksi demo damai ini tentu tidak dilarang, karena ini menyampaikan aspirasi dengan baik dan santun. Kami pun bersyukur karena pak Pj Bupati Jayapura Triwarno telah menerima aspirasi mereka dan nanti akan ikut memperjuangkan, karena dalam ujian CAT yang dilaksanakan ini tentu bisa dilihat mana saja yang benar benar honorer yang diterima,” ujar pria yang akrab disapa MBT ini.

Pada kesempatan ini, Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo mengatakan, bahwa setelah pihaknya mengecek secara random satu persatu, ternyata ada honorer yang sudah mengabdi selama 15 hingga 18 tahun yang belum diakomodir.

Untuk itu, dengan kehadiran mereka untuk mempertanyakan nasib mereka menjadi persoalan utamanya yang harus diketahui dengan pasti.

“Artinya, kalau sesuai data masuk dengan kategori yang saat ini, maka mereka itu juga pasti masuk,” kata Triwarno Purnomo ketika menjawab pertanyaan wartawan media online ini usai menerima para honorer tersebut, di Kota Sentani, Senin, 25 September 2023.

Selain itu, Bupati Triwarno juga mengaku heran dan kira-kira apa yang menyebabkan hingga mereka yang telah lama menjalankan tugas sebagai honorer ini tidak masuk.

“Ini yang menjadi pertanyaan saya. Tetapi terkait mereka yang sisah ini, saya akan memaksimalkan di 183 sisa ini di tahap berikut,” ujar mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Keerom ini. (Fan)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *