Parapatatv.id |Sentani| Festival Danau Sentani (FDS) ke XIII yang dilaksanakan di pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur menyuguhkan beragam tari-tarian yang berasal dari seluruh kampung dan distrik yang adai di Kabupaten Jayapura.
Salah satu tarian yang memukau penonton yang hadir di lokasi FDS adalah tarian yang dibawakan oleh salah satu sanggar tari dari Distrik Namblong.
Tari Burung Cenderawasih namanya, Yunus Yaung koordinator tarian tingkat Distrik menyebut banyak filosofi yang dicerminkan dalam tarian itu.
Yunus menjelaskan, burung cenderawasih sering menari pada pagi hari ketika matahari terbit.
“Ada dua jenis tarian yang biasa diperagakan oleh burung kuning (cenderawasih) pertama itu menari pelan dan yang kedua menari cepat dan berpasangan saat menari” kata Yunus, saat ditemui paraparatv.id di lokasi FDS, Kamis (06/07).
Filosofi yang terkandung dalam tarian lambat dan cepat yang sering ditarikan oleh Cenderawasih adalah gotong royong.
Diungkapkannya tarian yang lambat itu merupakan sebuah ajakan untuk berkumpul.
Ketika seluruh burung cenderawasih yang ada di suatu wilayah telah berkumpul, maka tarian yang cepat akan ditarikan yang berarti bahu membahu dalam mengerjakan sesuatu jika diambil hikmahnya dalam kehidupan nyata.
Dia juga mengutarakan, untuk melestarikan tari dan seluruh budaya yang berasal di Kabupaten Jayapura, Khususnya Distrik Namblong. Pihaknya selalu berusaha untuk mengenalkan hal-hal tersebut kepada generasi muda.
Tidak muluk-muluk katanya, “kita mulai dari hal-hal yang kecil seperti bagaimana menyimpan peralatan tari ataupun hal lain yang berhubungan dengan tradisi yang telah digunakan” ucapnya.
Yunus menambahkan dari hal-hal kecil itu maka akan berlanjut ke hal-hal yang besar, “karena kalau bukan kita yang melestarikan tradisi kita, siapa lagi yang mau melestarikannya” tutup Yunus. (Arie)

















