Parapaeatv.id | Jayapura | Pemerintah kota Jayapura Rabu (31/5/23) menggelar syukuran satu tahun kepemimpinan Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey yang di helat di Kediaman Ketua LMA Port Numbay (Obhe Warke) Abe Pantai Kota Jayapura.
Acara syukuran yang dilaksanakan di Kediaman Ketua LMA Port Numbay dihadiri para FORKOMPIMDA,Ketua LMA Port Numbay,para Ondoafi se-kota Jayapura,para OPD di jajaran pemerintah kota Jayapura,Tokoh Papua Taha Al Hamid, tokoh Adat,tokoh masyarakat dan juga masyarakat.
Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey pada kesempatan tersebut menyampaikan terimah kasih atas kerja sama Organsasi Perangkat Daerah (OPD), di jajaran pemerintah kota Jayapura, FORKOMPIMDA,Ketua LMA,para ondoafi dan juga masyarakat.
“Perjalanan satu tahun kepemimpinan kami sejak tanggal 27 Mei 2022 sampai dengan 27 Mei 2023, satu tahun tepat bisa berjalan dalam suasana aman dan konsdusif, karena itu dari lubuk hati yang paling dalam saya mengucapkan terimah kasih kepada semua pihak,karena hanya dengan suasana yang aman,nyaman,damai kita bisa membangun kota ini,masyarakat bisa melaksanakan aktifitas ekonomi pendidikan kesehatan sosial kemasyarakatan apapun dan itu sudah dibuktikan dan juga bersama-sama dengan Forkompimda.”Ungkapnya.
Ia mengatakan refleksi satu tahun kepemimpinannya,masih ada program pemerintah kota jayapura belum terealisasi, namun dalam kurun waktu satu tahun juga sudah banyak yang dicapai oleh pemerintah kota jayapura.
“Dalam perjalanan satu tahun ada banyak hal yang Pemerintah bersama masyarakat, Forkompimda, kita sudah lakukakan ada capaian-capaian,ada keberhasilan-keberhasilan, ada program-program yang kita rencanakan selama satu tahun ini bisa berjalan,tetapi masih ada program yang belum kita lakukan,masih ada permasalahan yang harus terus kita terus lakukan perbaikan-perbaikan penyempurnaan,peningkatan-peningkatan yang dari waktu ke waktu.” Katanya.
Frans Pekey mengatakan pihaknya terus memberikan perhatian kepada masyarakat Adat Port Numbay karena hal tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus yakni memberikan proteksi, perlindungan, dan pemberdayaan kepada orang asli Papua secara khusus juga untuk masyarakat Port Numbay.
“perhatian dan focus saya tetap sama untuk memberikan prioritas kepada masyarakat adat Port Numbay,hal ini penting bagaimana saya sampaikan bahwa itulah amanat Undang-Undang Otonomi Khusus. Karena itu apa yang sudah saya sampaikan kemudian di progamkan dalam dinas-dinas akan terus kami lanjutkan.Dibidang penguatan kelembagaan Adat akan terus kita lakukan,kemudian di bidang pendidikan ada Afirmasi untuk anak-anak Port Numbay,juga akan terus kita lakukan.Bulan kemarin saya kunjungi di Lembaga Penerbangan di Curuk dan kita akan kirim ada tiga anak Port Numbay untuk Pilot dan dua anak untuk Teknisi Penerbangan,saya berharap supaya anak-anak kita bisa masuk seleksi untuk siap kita kirim.”tuturnya.
Ia mengatakan selain itu juga ada beberapa Afarmasi Port Numbay yakni pihaknya memberikan perhatian kepada anak-anak Papua yang lahir besar di kota Port Numbay.
“dan juga ada anak-anak kita di semua sekolah SD,SMP,SMA kita kasih gratis untuk sekolah pendidikan dan kita mulai ajaran tahun baru ini yang bersumber dari Dana Otsus di luar Dinas Pendidikan.Orang tua cukup untuk beli baju seragam atau kebutuhan anak. tetapi yang selalu dibebankan dari sekolah ke orang tua untuk kepentingan sekolah itu lah yang kita cukup berupaya yang ditanggung oleh Dana Otsus untuk semua anak-anak Papua yang ada di kota Jayapura baik itu di sekolah Negeri dan Swata semuanya.”Pungkasnya.
Terkait hal tersebut ia memohon dukungan dan juga doa dari para Ondoafi dan juga dan semua masyarakat,agar beberapa program ini bisa berjalan dengan lancar untuk masa depan yang saya sebut Generasi Emas Port Numbay,untuk masa depan jangka panjang. (Z)

















