Paraparatv.id | Jayapura | Pimpinan Persekutuan Gereja – Gereja di Provinsi Papua atau disingkat PGGP Papua berikhtiar melindungi kesehatan umat melalui program sirkumsisi.
Upaya PGGP Papua itu berangkat dari kajian atau bedah buku karya drh. Constant Karma bersama empat penulis termasyhur di Tanah Papua yang berjudul ‘Sirkumsisi dalam Alkitab sebuah perjanjian berkat Allah dengan Abraham turun-temurun’.
“Kami menilai bahwa buku ini adalah bagian dari upaya melindungi kehidupan, artinya siapapun kita, kita harus pro atas kehidupan, jadi kami melihat buku ini sangat penting sekali,” tutur Sekretaris Umum PGGP Papua Cornelius Sutriono yang mewakili Ketua PGGP Papua dalam sambutannya di Jayapura. Sabtu, (29/4).
Cornelius mengatakan sering kali tantangan akan muncul berkait dengan pengimplementasian isi buku tersebut dalam kehidupan umat.
“Pertama, tantangan secara teologis. Mungkin ada pandangan teologi yang berbeda-beda tapi ini kerja keras dari setiap kita supaya punya pandangan yang sama,” katanya.
“Kedua, kita juga tahu bahwa ada tantangan mungkin dari mindset dari para leader dan juga umat yang berbeda-beda,” sambung Cornelius
“Ketiga adalah dari sisi budaya. Itu sebabnya berharap supaya buku ini bisa diimplementasikan,” jelas dia.
Ikhtiar PGGP Papua tersebut didukung pula oleh Pemerintah Kota Jayapura.
Penjabat Sekda Robby Kepas Awi mewakili Penjabat Wali Kota Jayapura dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman sirkumsisi dari dua aspek.
Aspek keagamaan, Robby menuturkan sirkumsisi diketahui bermula sudah sejak zaman nenek moyang bangsa Israel.
“Oleh karena itu sangat penting membahas untuk sirkumsisi ini yang tertera dalam Alkitab sehingga pemahaman moral mengenai tidak pentingnya sirkumsisi sekian lama dapat terjawab,” tuturnya.
Robby kemudian menyampaikan aspek berikutnya yaitu dari kacamata medis, sirkumsisi dipandang sebagai hal yang wajib dilakukan seorang laki-laki karena kaya manfaat.
“Sangat banyak manfaatnya. Satu, berkurang risiko penyakit menular. Dua, mencegah penyakit kelamin fimosis dan parafimosis. Ketiga, mencegah penyakit kanker kemaluan atau penis.
Keempat, kesehatan kemaluan lebih terjaga. Kelima, sudah diketahui secara umum pada masa yang lalu maupun saat ini bahwa sirkumsisi dapat mencegah penularan HIV dan IMS,” jelasnya.
Menutup sambutan Penjabat Wali Kota Jayapura, Pj Sekda Robby Awi berpesan bahwa pentingnya sirkumsisi demi kesehatan umat manusia.
“Karena sekali tindakan sirkumsisi dapat memberikan perlindungan tetap, kepastian masa depan yang lebih baik. Dengan sirkumsisi berarti kita membuang pintu masuk HIV dan IMS.
“Semoga apa yang kita kerjakan saat ini dapat bermanfaat bagi umat di Papua khususnya di Kota Jayapura,” pungkasnya.(AY)

















