Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITAKesehatan

Yadupa gelar FGD panduan komunikasi sanitasi total berbasis masyarakat tentang stop buang air besar sembarangan

78
×

Yadupa gelar FGD panduan komunikasi sanitasi total berbasis masyarakat tentang stop buang air besar sembarangan

Sebarkan artikel ini
Peserta Fokus Grup Diskusi (FGD) oleh Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa) mengenai panduan komunikasi sanitasi total berbasis masyarakat tentang stop buang air besar sembarangan (BABS) oleh dewan adat Papua, Kamis (2/3/2023).
Example 468x60

Paraparatv.id | Jayapura | Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait permasalahan air minum, higiene dan sanitasi masih sangat besar. Diantaranya Papua, salah satu Provinsi dengan akses air bersih dan sanitasi yang masih rendah.

Dimana masyarakat Papua memiliki akses sanitasi hanya 40,31 persen, jauh dari standar nasional yakni 79,53 persen.

Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa), bekerjasama dengan Unicef dan dewan adat Papua mengenai panduan komunikasi untuk sanitasi total berbasis masyarakat adat melalui Fokus Grup Diskusi (FGD).

Salah satu staf Yadupa, Bertha Ronsumbre, mengatakan melalui FGD tersebut dapat menghasilkan satu dokumen final terkait panduan komunikasi untuk sanitasi total berbasis masyarakat.

“Diharapkan panduan ini dapat digunakan tokoh adat untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat di tingkat kampung terkait perilaku hidup bersih dan sehat terutama tentang buang air besar sembarangan,” katanya, Kamis (2/3).

Dengan edukasi yang diberikan, Bertha menambahkan masyarakat secara perlahan dapat sadar tentang pentingnya perilaku hidup bersih.

Cakupan fokus kerja Yadupa mengenai sanitasi total berbasis masyarakat mencakup Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten dan Kota Jayapura.

Dirinya berharap melalui model yang sudah dikeluarkan, bisa diterapkan di masyarakat luas, ditambahkan majunya perkembangan zaman yang berpengaruh ke kesehatan masyarakat.

“Jadi penting sekali kita melakukan kegiatan edukasi bagi masyarakat, sehingga ini bukan hanya menjadi projek tetapi dapat dikerjakan bersama sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua 1 Dewan Adat Papua, Yakonias Wabrar ditempat yang sama menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Anak Dusun Papua yang telah bekerja bagi masyarakat Papua.

Apa yang dikerjakan kedepannya, menurut dia akan lebih baik jika adanya berkolaborasi bersama pemerintah daerah, terlebih bagi kepentingan masyarakat adat.

“Persoalan kesehatan ini menjadi masalah di seluruh Papua, namun 3 daerah tersebut dijadikan sebagai sampel. Jadi kalau kita sehat hari ini, generasi kita yang akan datang pasti lebih sehat, ” ungkapnya. (KR).

Example 300250
Example 120x600