Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Pangdam Beri Penghargaan atas Dedikasi Dan Keberanian Pilot Papua di Kiwirok

×

Pangdam Beri Penghargaan atas Dedikasi Dan Keberanian Pilot Papua di Kiwirok

Sebarkan artikel ini
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa didampingi Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi Brigjen TNI J.O. Sembiring menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Pilot dan Maskapai Ikairos
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa didampingi Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi Brigjen TNI J.O. Sembiring menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Pilot dan Maskapai Ikairos atas peran serta membantu Operasi Pemulihan Masyarakat oleh TNI-Polri di Kiwirok, Pegunungan Bintang.

Danrem J.O. Sembiring mengungkapkan rasa bangga kepada pilot-pilot Papua yang turut membantu Operasi Pemulihan Masyarakat di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

Example 300x600

Ungkapan itu disampaikan Danrem usai mendampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Ahad (8/1) siang, memberikan Piagam Penghargaan ini.

“Saya bangga dengan Maskapai Ikairos dan juga pilot-pilotnya karena mereka saja yang berani melaksanakan misi kemanusiaan ini, untuk membawa logistik, membawa masyarakat, serta membantu mobilisasi kebutuhan masyarakat ke Kiwirok,” ujar Danrem J.O. Sembiring.

Sebelumnya, Kata Danrem, pihaknya sudah menghubungi sejumlah maskapai penerbangan di Jayapura, namun banyak diantaranya yang menolak dengan berbagai alasan dan prosedural yang berlaku.

“Jadi setelah kita mencari penerbangan yang bersedia, Maskapai Ikairos inilah yang menyanggupi tugas bersama TNI-Polri untuk mengembalikan masyarakat Kiwirok, oleh karena itu hari ini bapak Pangdam menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pilot, Co-pilot dan Maskapai yang telah membantu percepatan pemulihan kondisi masyarakat disana,” ungkap Danrem.

Pada kesempatan ini, Manager Maskapai Ikairos Papua Air Service Nigat Kogoya menjelaskan alasan menerima tawaran melayani penerbangan di wilayah yang masih berkonflik.

“Saya merasa Papua ini tanah saya, kemudian kebetulan juga saya punya aviasi penerbangan dan kebetulan mereka ini pilot-pilot saya, dan adik saya pilot Nelson Urpon dari Pegunungan Bintang sehingga saya meminta dia untuk melayani permintaan bupati memulangkan masyarakat agar bisa kembali ke tempat mereka,” ungkapnya.

Ia mengakui butuh waktu lebih dari seminggu untuk melaksanakan tugas kemanusiaan bersama TNI-Polri ini.

“Kami bersyukur bahwa kami Anak-anak Papua sudah siap melakukan apa saja, kami sudah bisa terbang, kami juga bisa menjadi pelaku ekonomi, dan apa saja hari ini, kita Anak-anak Papua juga sudah bisa melayani orang tua dan masyarakat Papua di daerah-daerah yang masih sulit dijangkau,” ujarnya.

Kogoya menyebutkan, saat ini maskapainya memiliki 8 armada, tapi untuk sementara yang aktif baru 3 armada, karena terkendala AOC (Air Operator Certificate) sehingga harus menumpang di maskapai lain.

Di sisi lain, Capt. Pilot Nelson Urpon mengaku tidak mengalami kendala selama menjalankan misi kemanusiaan ini.

“Kemarin kami layani penerbangan ke Kiwirok dalam penerbangan perdana membawa bupati bersama rombongan, semua lancar dan normal tidak ada kendala selama kurang lebih satu minggu,” kata pilot lulusan Sekolah Penerbangan di Florida, USA tahun 2015 silam ini.

Capt. Pilot Nelson mengaku siap kembali di tahun ini, atau dalam bulan ini untuk melayani distribusi logistik dan bahan pokok serta pemulangan warga Kiwirok.
“Tidak ada kendala untuk kembali kesana,” ungkap Putra asli Abmisibil Pegunungan Bintang ini.

Sementara itu, Co-pilot Alfrida Pekey, wanita berusia 27 tahun ini mengungkapkan perasaan bahagia terlebih bersyukur menjadi pilot karena memang merupakan cita-cita sejak kecil, dan setelah menjadi pilot dirinya juga ingin melayani daerah sendiri.

“Saya bersyukur puji tuhan setelah bergabung bersama Maskapai Ikairos saya melayani daerah pedalaman di saya punya tempat sendiri, tentunya kebanggaan tersendiri dapat melayani masyarakat di Papua,” ujar lulusan Sekolah Penerbangan di Jakarta tahun 2018 silam ini.

Seperti diketahui, masyarakat Kiwirok memilih tinggal di pengungsian karena takut dengan aksi-aksi teror oleh Kelompok Seperatis Teroris (KST) sejak tahun 2021 lalu.

Atas keberanian Capt. Pilot Nelson Urpon, Co-pilot Alfrida Pekey dan Manager Maskapai Ikairos Papua Air Service Nigat Kogoya tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad saleh Mustafa memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam mendukung misi kemanusiaan ini. (RZR)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No COPY PASTE !!