Paraparatv.id | Sentani | Sidang Pleno hari ketiga Kongres Mayarakat Adat Nusantara (KMAN) yang digelar di stadion Barnabas Youwe (SBY) Sabtu (29/10) dengan agenda pembahasan anggaran dasar (Aliansi Masyarakat Adat Nasional ) AMAN diwarnai aksi tutup mulut Pemuda Adat dan walk out sejumlah pemuda adat.
Aksi ini merupakan bentuk protes Pemuda adat karena permintaan dan usulan mereka tidak di penuhi.
Para pemuda adat itu melakukan aksi protes dengan menutup mulut mereka menggunakan lakban warna hitam, dan sejumlah pemuda adat melakukan walk out dari forum sidang.
Tatkala para pemuda adat meminta penambahan klausul pada poin dalam pasal 16 ayat 2, yang isinya yakni DAMANAS seperti yang dimaksud dalam ayat yang dimaksud adalah dua orang utusan setiap region terdiri dari laki-laki dan perempuan yang dipilih dan disahkan oleh region yang bersangkutan.
Usulan Pemuda adat, DAMANNAS (Dewan Aliansi Masyarakat Ada Nasional ) sebagai mana dimaksud adalah 3 orang perutusan Damannas yakni laki-laki dan perempuan dan dari unsur pemuda adat dari setiap region.
“Permintaan dari teman-teman pemuda adat nusantara untuk menambah keterwakilan DAMANAS itu dari unsur pemuda adat, karena kita melihat bahwa kerja DAMANNAS itu berat sehingga dengan adanya penambahan porsi dari unsur adat akan membantu Damanas lain untuk bekerja dan melihat kerja BPAN dan pemuda adat disetiap region,” ujar Ketua Umum Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), Michelin Salata.
“Jadi DAMANNAS merupakan dewan pengawas dan pengontrol pekerjaan excekutif yaitu sekjen AMAN juga PB AMAN secara umum. Nanti kalau DAMANAS dipilih harapan kami ada pemuda adat didalamnya jika kami mampu bertaruh di region, karena Itulah kenapa kita minta penambahan porsi utusan,” tutupnya.
Sebelumnya pada rapat komisi, anggaran dasar dan organisasi Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Papua masih juga belum di sepakati sejak hari kedua, Jumat 28 Oktober 2022 dan menemui jalan buntu alias deadlock.(FB)

















