Example floating
Example floating
BERITA

Jubir Gubernur Meluruskan Kekeliruan Mahfud MD Terkait Dana Otsus Papua Mencapai 1.000 Triliun

87
×

Jubir Gubernur Meluruskan Kekeliruan Mahfud MD Terkait Dana Otsus Papua Mencapai 1.000 Triliun

Sebarkan artikel ini
Muhammad Rifai Darus
Example 468x60

Paraparatv.id | Jayapura | Juru Bicara Gubernur Papua Lukas Enembe, Muhammad
Rifai Darus, S.H., M.H, mencoba meluruskan data yang diklaim Menko Polhukam Mahfud MD bahwa dana otonomi khusus (otsus) Papua sejak 2001 lalu telah mencapai Rp1.000 Triliun yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat dan tidak terserap rakyat Papua.

Menurut Rifai, ini benar-benar keliru setelah dibaca kembali pernyataan dari Pak Mahfud, selain banyak media yang latah memberitakan informasi tersebut, pihaknya perlu meluruskan bahwa data yang disampaikan berpotensi misinformasi.

“Perlu dijelaskan lebih spesifik oleh Bapak Mahfud soal rincian dana apa saja yang dimaksud, apabila perhitungan yang dilakukan hanya pada anggaran kepada Pemprov Papua, maka angka yang disebut oleh Bapak Mahfud jelas keliru dan tidak benar”ucapnya, Senin (26/9).

Ia menambahkan terkait kalimat Pak Mahfud yang sebut “tapi rakyatnya disana tidak dapat apa-apa, tetap miskin, pantas kalau rakyat Papua itu marah”. Untuk kutipan itu, mungkin tidak cukup waktu menjelaskan satu demi satu capaian kemajuan yang dihasilkan Lukas Enembe dan beberapa gubernur sebelumnya”tambah Rifai

“RAKYAT TIDAK DAPAT APA-APA” adalah kalimat yang sungguh menyakitkan hati kami disini. Kami meminta agar publik dapat periksa angka pertumbuhan ekonomi Papua dari tahun ke tahun, periksa juga indeks pembangunan manusia dari tahun ke tahun, periksa persentase jumlah penduduk miskin, semuanya memiliki progress yang signifikan”ucapnya.

Persentase penduduk miskin papua pada 2001 itu mencapai 41,8%, dan tahun ini berada di angka 26%. Angka itu masih tinggi apabila dibandingkan daerah lain, tapi kami meminta agar perubahan ini dilihat sebagai upaya semua pemimpin Papua selama ini dalam membangun daerah Papua.

“Yang terjadi hari ini cukup membuat Gubernur Lukas Enembe cukup tersudutkan, hingga saat ini, ada banyak hak-hak individu Gubernur Lukas Enembe yang menjadi berkurang atau bahkan hilang ketika ia telah ditetapkan sebagai tersangka. Praktek yang terjadi hari ini memperlihatkan bahwa ini bukan lagi hanya sekadar sebagai upaya kriminalisasi, melainkan ini sudah mengarah pada carracter assassination yang dilakukan secara struktur, sistematis dan masif oleh kelompok pemilik kekuasaan terutama oleh pihak yang berseberangan secara politis dengan beliau”ujarnya.

“Roda pemerintahan Provinsi Papua tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan koordinasi dan komunikasi bersama seluruh pimpinan dan jajaran di Pemprov, sehingga tugas kenegaraan serta pelayanan terhadap masyarakat dapat terus berlanjut, sebagaimana arahan dari Bapak Lukas Enembe bahwa Provinsi Papua harus tetap berjalan”pungkasnya.

“Kita harus ingat bahwa Pengadilan lah yang pada akhirnya menjadi penentu bagi siapapun kita untuk menemukan kebenaran dan menegakkan keadilan. Seorang menjadi bersalah bukan karena sebuah konferensi pers, tapi pada faktanya, ini yang terjadi hari ini. Berbagai macam prasangka, asumsi, dan penafsiran sangat eksploitatif diberitakan oleh media, dan pada akhirnya Gubernur Lukas Enembe menjadi tersudutkan”kata Rifai.

“Status Lukas Enembe saat ini adalah tersangka, mohon agar semua orang dapat memahami bahwa ada asas praduga tidak bersalah. Saya berharap agar semua pihak memainkan peran dengan kadar masing-masing, jangan sampai publik menjadi tercemarkan oleh suatu hal yang belum pasti kebenarannya. Jangan spekulatif dan provokatif. Kita hadapi satu per satu persoalan yang kini sedang berjalan prosesnya, yaitu kasus gratifikasi”paparnya. (SIL)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *