Wagus Hidayat : Saya Mengundurkan Diri Atas Keinginan Saya Sendiri, Bukan Di PAW

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, H.Wagus Hidayat
banner 120x600

Paraparatv.id | Sentani | Mantan Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, H. Wagus Hidayat membantah statement atau pernyataan dari Wakil Bupati (Wabup) Jayapura Giri Wijayantoro terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Wagus Hidayat ke Muhammad Akbar itu seolah terjadi karena adanya pelanggaran indispliner yang dilakukan Wagus Hidayat dalam bekerja sebagai anggota dewan.

Hal tersebut diungkapkan Wagus Hidayat, S.E., S.H., saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa 5 April 2022.

“Statement Wakil Bupati yang mengatakan seolah saya di PAW oleh partai, karena adanya pelanggaran indisipliner dalam bekerja. Jadi, dalam kesempatan ini saya mau meluruskan, bahwa PAW ini adalah murni kehendak dan juga permintaan saya. Saya tidak melakukan kesalahan atau tindakan indispliner,” Ucapnya.

Ia menegaskan penggantian antar waktu (PAW) ini murni permintaannya selaku anggota DPRD Kabupaten Jayapura. Seperti diketahui dirinya pernah menyatakan tidak terlalu lama berada di DPRD Kabupaten Jayapura.

“Mungkin sebagian orang menilai, bahwa pernyataan itu hanyalah gula-gula politik saja. Tapi, bagi saya itu adalah bentuk komitmen dan konsistensi saya terhadap rekan saya di PPP,” tegasnya.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada saudara Wakil Bupati Jayapura (Giri Wijayantoro) agar tidak berkomentar yang tidak diketahuinya. Tidak usah membuat suasana tidak nyaman dan membuat gaduh, karena saya murni ingin mengkaderkan rekan saya agar bisa menjadi calon pemimpin di Kabupaten Jayapura dan juga untuk bekerja maksimal untuk kepentingan orang banyak di daerah ini,” pintanya.

Mengundurkan diri, karena ada deal-deal untuk membagi periode di kursi Dewan?.
Dayat pun bersumpah demi Allah, dan menyampaikan bahwa di antara mereka tidak punya kesepakatan seperti itu.

“Sekali lagi saya katakan, itu murni keinginan saya untuk memberikan kesempatan kepada kader PPP yang lain. Karena posisi pak Akbar sebagai suara terbanyak kedua, jadi dia yang menerima PAW dari saya.

Tidak ada perjanjian, bahwa saya 2,5 tahun dan pak Akbar 2,5 tahun. Demi Allah tidak ada kesepakatan seperti itu,” cetusnya.

Sesuai Harapan dari 25 anggota Dewan Dayat menyebutkan, untuk mempersatukan pikiran maupun ide para anggota dewan itu sangat susah.

“Saya termasuk merasa gagal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Jayapura. Namun saya tetap akan berjalan sendiri, membela dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Meski saya sudah lakukan banyak hal yang mungkin tidak berhasil, tapi itulah dinamika di DPRD Kabupaten Jayapura,” ujarnya. (Irf/GR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *