Paraparatv.id | Jayapura | Dalam Rangka meningkatkan kapasitas dan pengetahuan pengelolaan koperasi sekaligus untuk menggenjot perekonomian daerah melalui peran koperasi, Pemerintah Kota melalui Dinas Perindagkop dan UMKM Bidang Koperasi mengadakan pelatihan untuk 30 koperasi di Balai POM kawasa kantor otonom Kotaraja pada Rabu, (23/03).
“Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam pengembangan koperasi dengan melangsungkan kegiatan pada hari ini,” ujar Asisten 2 Setda Kota Jayapura, Ir. B. Widi Hartanti saat membacakan sambutan mewakili Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano.
Pihaknya menyampaikan industri jasa dan perdagangan hendaknya didukung oleh pusat kekuatan ekonomi yang berbasis kerakyatan.
“Untuk itu pemerintah Kota Jayapura terus berupaya mengembangkan perekonomian yang dimulai dengan pemberdayaan perekonomian di kampung-kampung dan kelurahan di Kota Jayapura,” ucapnya.
Dengan demikian koperasi adat yang berada di kampung-kampung dan lingkungan gereja akan dipacu menjadi pusat kegiatan ekonomi sehingga distribusi barang dan jasa akan dapat terjadi dimana koperasi menjadi penyalurnya.
“Untuk melaksanakan semua tanggungjawab itu maka SDM koperasi adat perlu disiapkan dengan baik dari segi ilmu pengetahuan maupun watak dan etos kerja,” ungkapnya.
Koperasi sebagai wadah perekonomian masyarakat juga diarahkan untu mendukung usaha mikro kecil untuk dapat berkembang.
“Peranan ini harus menjadi pola gerak koperasi dalam menjalankan sehingga dirasakan manfaatnya oleh usaha mikro kecil yang menjadi anggotanya,” Cetusnya.
Pihaknya menegaskan bahwa koperasi merupakan badan usaha yang berbeda dengan badan usaha yang lain karena koperasi ini di kelola oleh anggotanya sendiri dan juga ada badan hukumnya. Dan tujuannya tidak lebih adalah untuk memenuhi kebutuhan.
“Nantinya akan diberi pembekalan untuk mengelola koperasi sehingga akan berjalan secara terus menerus. Saya harapkan peserta dapat mengikuti dengan baik dan kepada para pengajar bisa memberikan ilmu dan motivasi kepada mereka karena diharapkan ini bisa di realisasi pada koperasi di kampung dan gereja-gereja,” ujarnya.
Adapun materi pelatihan yang akan diberikan diantaranya yaitu perkoperasian, managemen usaha, akuntansi koperasi, pelaporan, dan peran gereja terhadap perkembangan koperasi. (Rei/JT)

















