Paraparatv.id | Jayapura | Kepolisian Daerah (Polda) Papua akan mendidik sebanyak 546 siswa pembentukan Bintara Polri gelombang pertama tahun anggaran 2022. Pembukaan pendidikan tersebut dipimpin Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto di lapangan Rastra Samara Polda Papua, Selasa (8/2/2022).
Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto mengatakan program pendidikan pembentukan bintara dan tamtama polri pada tahun anggaran 2022 akan diselenggarakan dalam dua gelombang dengan lama pendidikan setiap gelombang selama lima bulan. Untuk gelombang pertama, kata Wakapolda, yang dibuka pada hari ini, diselenggarakan secara serentak di sepolwan, pusdik brimob dan pusdik polair lemdiklat polri serta di 29 Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda.
“Jumlah peserta didik sebanyak 11.175 orang yang terdiri Diktuk Bintara pria sebanyak 10.228 orang dan diktuk Bintara wanita sebanyak 307 orang dan Diktuk tamtama, yang terdiri dari Tamtama Brimob sebanyak 1.614 orang dan Tamtama Polair sebanyak 140 orang,” kata Wakapolda.
Menurutnya, di era digitalisasi serta tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin tinggi dari warganya oleh karena itu pembentukan ini menjadi penting. Lanjut Wakapolda, bintara dan tamtama merupakan garda terdepan dalam memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kemampuan dan prilaku para Bintara dan Tamtama dilapangan akan sangat menentukan wajah Polri dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada polisinya,” ujarnya.
Beberapa poin penting, lanjut Wakapolda, yang perlu dipedomani yakni meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, disiplin dan patuhi protokol kesehatan jangan lengah jangan kendor guna mencegah penyebaran covid 19 di lingkungan kampus Polri.
“Ikuti semua proses pendidikan dengan tekun penuh semangat dan selalu riang gembira, tanamkan tekad dan motifasi yang kuat bahwa selama berada dilembaga pendidikan adalah untuk belajar berlatih dan menerpa diri, serta persiapkan fisik,” kata Wakapolda.
Selain memberikan selamat, Wakapolda juga meminta siswa membangun komunikasi yang interaktif dan konstruktif agar sesama peserta didik dengan pendidik pelatih pengasuh dan seluruh unsur pelaksana unsur pendidikan sehingga akan terjalin hubungan yang solid dan harmonis. (Sil/ith)
















