Example floating
Politik

Pemekaran Papua Terkesan Dipaksakan

256
×

Pemekaran Papua Terkesan Dipaksakan

Sebarkan artikel ini
Tokoh Politik Papua, Paskalis Kossay saat ditemui tim paraparatv di kediamannya, Kamis (10/2/2022). (Foto: Iriani Febri)

Paraparatv.id | Jayapura |Pemekaran di Papua terkesan dipaksakan, sementara SDM asli Papua masih sangat terbatas. Hal ini ditegaskan salah satu Tokoh Politik Papua, Paskalis Kossay, Kamis (10/2/2022).

Menurutnya, saat ini masyarakatnya belum siap, karena Sumber Daya Manusia (SDM) asli Papua sangat terbatas. Kalau provinsi dimekarkan, lanjutnya, bagaimana pengelolaan ekonomi untuk membangun daerahnya, lanjutnya, tak mungkin bergantung terus pada Pemerintah Pusat dan dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Perlu ada kajian secara komprehensif sehingga begitu siap baru bisa dimekarkan,” kata Paskalis saat berbincang ringan bersama tim paraparatv di kediamannya.

Paskalis mengungkapkan, saat ini belum ada kajian-kajian seperti SDM nya, berapa jumlah penduduk pada daerah yang akan di mekarkan, sumber ekonomi dan pendapatan daerah yang akan dimekarkan.

“Ini hanya kepentingan politik negara trus di paksakan, ada banyak pro kontra  dan  yang kontra lebih banyak karena yang ingin pemekaran adalah pejabat pemerintah,politisi tertentu,” ungkap mantan anggota komisi II DPR RI periode 2004-2009.

Fungsi pemekaran lanjut Kosaay, untuk mempermudah jangkauan layanan pemerintah dan proses pembangunan ke daerah. Namun, katanya masyarakat di daerah yang akan dimekarkan  tersebut belum sepenuhnya siap, memunculkan pro kontra.

“Sekarang sudah di hadapkan dengan pemekaran, belum disiapkan betul terutama soal SDM, hingga kesannya tuh seperti dipaksakan,” ujarnya.

Keputusan untuk membentuk DOB Papua mulai muncul dari aspirasi yang berkembang di masyarakat, saat kedatangan 61 orang Papua yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara pada September 2019 lalu. (FB/ITH)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *