Kisah Rasta Dan Janna Sebagai Duta Pariwisata Kota Jayapura

Rasta Mario Alessandro Mandabayan (kanan) bersama Janna Augusta Fabiola Kamawa (kiri) terpilih menjadi duta Pariwisata Kota Jayapura, Sabtu (26/2/2022). (Foto: Tim Liputan PTV)
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Rasta Mario Alessandro Mandabayan dan Janna Augusta Fabiola Kamawa, terpilih sebagai Tan (Putera) dan Monj (Puteri) Port Numbay tahun 2022 setelah menjalani proses seleksi selama dua bulan. Seperti apa kisah mereka meraih gelar prestise khas Port Numbay itu, berikut liputan tim Paraparatv.id, Sabtu, 26 Februari 2022.

Rasta Mario Alessandro Mandabayan, lahir di Kota Jayapura, 19 Agustus 2003 silam, pemuda berdarah Serui itu menyisihkan ratusan kontestan putera lainnya dalam audisi sebagai Tan Port Numbay angkatan ke sepuluh.

Selempang Tan (Putera) Port Numbay yang tersemat padanya, membulatkan tekad Purna Paskibraka Provinsi Papua tahun 2019 itu dalam mempromosikan sektor pariwisata.

Sebagai Tan Port Numbay 2022, Rasta menepis berbagai stigma negatif publik pada ajang yang diikutinya itu bukan semata kontes yang diperuntukan kepada perempuan.

“Menurut saya, stigma negatif pada ajang yang saya ikuti ini, banyak orang yang berprasangka bahwa ajang seperti ini hanya bisa diikuti oleh wanita, padahal ini juga ajang yang dapat diikuti oleh pria dengan tetap berpenampilan seperti pria.” Katanya singkat.

Rasta juga menyatakan program-program yang akan dijalaninya sebagai Tan Port Numbay selain mempromosikan wisata dan ekonomi kreatif, hal lain tentunya selaras dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat. Dia memberi contoh isu lingkungan yang tercemar karena limbah rumah tangga atau sampah yang berserakan di ruang publik, mendorong niatnya melakukan kampanye.

“Saya bersama dinas pariwisata Kota Jayapura akan melakukan kampanye untuk stop buang sampah sembarangan, karena kalau misalnya kita bersihkan (sampah) saja tapi tidak menghentikan dari hulunya maka ujung-ujungnya tetap aktifitas sampah (membuang sampah tidak pada tempatnya) di Kota Jayapura tetap akan membludak.” Tukas Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Cenderawasih itu kepada awak media.

Pasangan Rasta Mandabayan, Monj (Puteri) Port Numbay 2022, Janna Augusta Fabiola Kamawa yang terlihat sangat anggun mengenakan tiara di atas kepalanya, dengan berbalut gaun merah bermotif batik Port Numbay, puteri sulung pasangan Hendrik Jansen Piterson Kamawa dan Aplena Mansoben ini mengakui baru pertama kali mengikuti kontes bakat Tan dan Monj Port Numbay.

Terpilih sebagai Monj Port Numbay 2022, diakui Janna adalah bagian yang disebutnya “challenge myself” sekaligus momentum pengembangan karir dan bakatnya sebagai perempuan muda Papua yang cinta adat dan istiadat.

“Awalnya saya termotifasi karena saya ingin challenge myself, saya berpikir bahwa kalau saya menguji diri saya, saya tahu potensi dimana saya berada. Di sini juga saya mengembangkan kemampuan diri saya sebagai perempuan Papua, perempuan yang mengenal Port Numbay dan juga ingin mengembangkan diri dan mengetahui lebih lagi mengenai adat istiadat saya sebagai perempuan Papua.” Ucapnya dengan suara meyakinkan kepada awak media.

Selama mengikuti proses seleksi dan masa karantina, dara Serui-Biak ini mengakui sempat keteteran dalam membagi waktu untuk perkuliahannya, namun hal itu tak meyuruti semangat, disiplin dan motivasinya mengembangkan karakter dalam ajang Tan dan Monj Port Numbay 2022.

Dara kelahiran 31 Agustus tahun 2000 ini pun bertekad mengembangkan potensi kearifan lokal dan budaya Port Numbay berbasis pemberdayaan perempuan.

“Setelah menjadi Monj Port Numbay 2022 ini, saya mau mengembangkan potensi (memberdayakan) perempuan Papua untuk mengembangkan diri mereka dengan lebih mengenal budaya dan adat istiadat Port Numbay. Kami memiliki budaya yang sangat luar biasa untuk dipresentasikan di ajang-ajang internasional.” Pungkas Mahasiswi yang mendisiplini ilmu pada jurusan Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

Tan dan Monj Port Numbay 2022 merupakan ajang yang diselenggarakan Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  serta bekerja sama dengan para pemangku kepentingan setempat, diantaranya PDAM Jayapura, PT. Nutrifood Indonesia, Hotel Horizon Ultima. (AY/ITH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *