2021, DJP Papabrama Kumpul Penerimaan Pajak Rp11,35 T

banner 120x600


Paraparatv.id | Jayapura | Berdasarkan data kinerja penerimaan pajak yang terdiri dari PPh, PPN dan PPnBM, PBB (P3L), dan Bea Meterai sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 berhasil mencapai realisasi sebesar Rp11,35 Triliun atau sekitar 93,23% dari target.

Dimana Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Papua, Papua Barat, dan Maluku (Papabrama) tahun 2021 mengemban target penerimaan pajak sebesar Rp12,17 Triliun.

“Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun 2020 pada masa yang sama yaitu sebesar Rp10,32 Triliun, maka penerimaan pajak tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 9,90%,” Kabid P2Humas DJP, Tirta melalui release pers, Selasa (4/1)

Menurut Tirta secara rinci mengungkapkan realisasi penerimaan pajak dari masing-masing Kantor Pelayanan Pajak (KPP)  Pratama yang berada di lingkungan Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku bulan Januari sampai dengan Desember 2021.
“KPP Pratama Biak Rp507,11 Miliar (100,68%), KPP Pratama Jayapura Rp2.500,11 Miliar (93,15%), KPP Pratama Timika Rp3.436,45 Miliar (92,85%), KPP Pratama Merauke Rp611,13 Miliar (82,02%), KPP Pratama Manokwari Rp1.408,68 Miliar (101,43%), KPP Pratama Sorong Rp 1.348,57 Miliar (88,80%),”
dan KPP Pratama Ambon Rp1.533,29 Miliar (94,18%),” paparnya.
” Terdapat 2 KPP Pratama di lingkungan Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku yang realisasi penerimaan pajaknya pada tahun 2021 melebihi 100% dari target yaitu KPP Pratama Biak dan KPP Pratama Manokwari,” lanjutnya.

Berdasarkan jenis pajaknya, dengan kontribusi terbesar adalah Pajak Penghasilan dengan realisasi penerimaan pajak sebesar Rp5,96 Triliun (52,51%), PPN dan PPnBM dengan realisasi penerimaan sebesar Rp4,06 Triliun (35,78%), PBB dan BPHTB dengan realisasi penerimaan
pajak sebesar Rp1,16 Triliun (10,26%). ” Terakhir di urutan keempat adalah Pendapatan PPh DTP dengan realisasi penerimaan sebesar Rp54,48 Miliar (0,48%). Kemudian realisasi penerimaan Pajak Lainnya adalah sebesar Rp109,78 Miliar (0,97%).

Jika dilihat dari sektor usaha, penerimaan ditunjang oleh 5 sektor usaha dominan yakni Konstruksi (28,51%), Pertambangan dan Penggalian (20,66%), Administrasi Pemerintahan dan JaminanSosial Wajib (16,83%), Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (7,09%), dan Jasa Keuangan dan Asuransi (5,39%). Kemudian untuk sektorusaha lainnya memberikan kontribusi sebesar 21,53%.

Tirta menegaskan Kantor Wilayah DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku selalu berkomitmen untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka mencapai target penerimaan pajak yang diemban, terutama dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan informasi, memperkuat sinergi
dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, dan mengawasi sektor-sektor usaha potensial.(*/redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *