Paraparatv.id | Sentani | Merayakan pengetahuan dengan filosofi noken, Komunitas Menoken dari Papua untuk Nusantara yang di support Samdhana Isntitute dan Sekolah Adat Papua berpijak ke bukit Hawe, Hobong Sentani Tengah, Kabupaten Jayapura, Jumat-Sabtu (15-16/10/2021). Seperti apa kebersamaan mereka, berikut ulasan singkatnya.
Satu persatu proses dilakukan komunitas tersebut, mulai dari pengambilan 200-an bibit pohon Mahoni di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Papua, dan didrop ke lokasi titik kumpul di pasar lama Sentani yang selanjutnya dibawa menuju bukit Hawe, Hobong, Sentani Tengah.
Sesampainya disana, sekumpulan pecinta alam ini mendirikan kemah-kemah mini untuk persiapan bermalam di perbukitan tersebut, selanjutnya dilakukan penanaman 200-an bibit pohon Mahoni secara bersama-sama.
Tak hanya sampai distu, sembari menikmati pesona alam dari ketinggian, dan menikmati panorama sunset Danau Sentani. Gelapnya malam mulai menyambut mereka dan satu persatu berdatangan tuk berkumpul melakukan diskusi tentang filosofi noken serta alam Papua.
Sembari angin lembah menyentuh kulit mereka, searasa tak mau melewatkan kebersamaan yang telah dilalui seharian. Waktu pun memisahkan mereka satu persatu untuk masuk ke dalam kemah mini masing-masing.
“Yang ikut camping disini ada 30 orang, nomor satu memang kami peduli alam dengan menanam bibit pohon Mahoni, sambil menikmati pemandangan indah Danau Sentani, dan berdiskusi sepanjang malam,” kata Andre Liem ke tim paraparatv.
Perpisahan sementara dengan alam ke esokan harinya tak menyurutkan semangat kebersamaan dan rasa cinta dengan alam, dan mereka pun tak sabar tuk mengulanginya kembali di hari-hari esoknya. (ITH)

















