Ratusan Guru Honor Dan Kontrak Di Yapen Gelar Demo

0
50
Ratusan guru honor dan kontrak di Yapen saat melakukan pertemuan guna menyampaikan protes mereka kepada pemerintah daerah yang di hadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar (HB)

Paraparatv.id | Yapen | Pasca diumumkannya daftar nama-nama yang dapat mengikuti verifikasi dan validasi terhadap tenaga honorer K2 yang tidak lulus seleksi CPNS dan tenaga kontrak yang mempunyai masa kerja lebih dari 5 Tahun.

Ratusan tenaga guru honor dan kontrakan gelar aksi protes di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen. Jumat (24/9/2021).

Aksi protes ratusan guru-guru tenaga honorer dan kontrakan ini dipicu ketidakpuasan mereka karena namanya tidak tercantum dalam daftar yang diumumkan oleh pihak dinas Pendidikan pasalnya mereka merasa sudah mengabdi selama 5 sampai 6 tahun sebagai guru honor maupun kontrakan.

Aksi protes ratusan guru-guru honor dan kontrakan ini pun sempat diwarnai kericuhan lantaran ada salah satu oknum pegawai dinas pendidikan sempat bertindak membubarkan aksi protes tersebut dengan secara paksa yang berujung pada pelemparan beberapa kaca jendela kantor hingga pecah, untung aksi tersebut bisa diredahkan oleh aparat satpol PP yang berada ditempat sehingga aksi itu tidak meluas dan dapat diredam.

Isak Yusak Arobawey salah satu guru yang ikut aksi protes tersebut kepada wartawan menyampaikan rasa kekesalannya karena sejak 2015 sudah mengabdi menjadi tenaga guru honor di SMP Negeri Ariepi tetapi hingga saat ini belum mendapat kesempatan untuk menjadi Pegawai.

” Selama pengabdian saya ketika ada pengangkatan seperti ini saya bisa dapat bagian tetapi kenyataannya tidak ada” ucap Isak dengan nada kecewa.

Dia menuturkan bersama 6 rekannya sesama tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi satu orangpun dari antara mereka tidak ada namanya masuk dalam datar verifikasi sehingga dirinya meminta kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan perhatian apalagi mereka selalu menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar.

” Kalau tidak ada guru PNS kita ini yang kasi jalan sekolah , saya yang mengajar Agama , Seni Budaya dan jadi penjaga sekolah di SMP Negeri Ariepi” tandasnya

Dari pantauan dilapangan aksi protes para guru-guru honor dan kontrakan ini disertai pemalangan pintu masuk gedung kantor dan pembentangan baliho yang berisikan tulisan Tuntutan honorer dan kontrak terkait hasil verifikasi dan validasi terhadap usulan eks T2 yang tidak lulus CPNS dan tenaga kontrak yang masa kerjanya lima tahun.

Adapun isi tuntutannya sebagai berikut.

  1. Batalkan verifikasi dan validasi data tenaga kontrak yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten kepulauan Yapen.
  2. Segera dilakukan verifikasi ulang terkait data honorer dan kontrak sesuai dengan TMT
  3. Segera dilakukan verifikasi ulang terkait data kontrak dan honorer berdasarkan usia dan lama mengabdi.
  4. Kami minta keberpihakan kepada orang pribumi.

Menyikapi hal ini Bupati kepulauan Yapen Tonny Tesar bersama ketua DPRD ,Yohanis Raubaba ,didampingi Waket II Fredolin Warkawani beserta Wabup Frans Sanady dan beberapa kepala SKPD membuka ruang pertemuan kepada para tenaga honor dan kontrak di gedung Silas Papare Serui untuk secara langsung menyampaikan aspirasinya.

Bupati kepulauan Yapen Tonny Tesar menjelaskan bahwa, Pemerintah Pusat memberikan alokasi kepada Pemerintah Provinsi Papua sebanyak 20 ribu orang yang akan di angkat menjadi CPNS dan dari total 2.452 tenaga honor di kepulauan yapen yang terdata yapen mendapatkan jatah 600 orang saja dan selebihnya tidak bisa karena kuota sangat terbatas.

Hal lain yang di terangkan oleh Bupati adalah, ada beberapa kriteria yang harus di lihat yaitu masa tugas minimal harus 5 tahun dengan masa kerja dari tahun 2015 yang sertai bukti SK pengangkatan, pembayaran SP2D dan tetap masih bertugas.

“dengan kuota yang di berikan tentun sudah pasti yang lebihnya tidak bisa masuk karena kuota terbatas dan pasti akan kecewa, yang mengangkat pegawai itu dari pemerintah pusat serta ada kriteria yang di tetapkan”.(HB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here